“Dalam pelatihan ini, kita juga memfasilitasi pembuatan perizinan usaha bagai peserta,” terang Direktur CEF Muslihuddin Aini.
Muslihuddin atau yang akrab disapa Musleh itu menerangkan, para peserta tergabung dalam dalam Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar). Kegiatan yang didukung oleh Wisfood dan WCS tersebut juga digelar sebagai pembuka ruang baru bagi perempuan pesisir untuk dapat memahami potensi sumber daya alam mereka.
Kata Musleh, sejauh ini, CEF memang fokus pada isu lingkungan dan perikanan. Dalam kesempatan tersebut, pelatihan yang diberikan sebagai tindak lanjut dari terbentuknya kelompok pengusaha perempuan pesisir. “Kami tidak ingin kelompok ini hanya sebatas memiliki produk saja. Tapi lebih jauh, bagaimana mereka dapat memasarkan produknya dengan baik,” terangnya.
Pemasaran memang bukan hal yang mudah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua APIKM Lombok Timur Zia Zannititah Pawana. Pemuda yang akrab disapa Wana itu menerangkan, langkah merambah dunia pemasaran membutuhkan beberapa tahapan penting. Salah satunya adalah proses membuat izin usaha.
“Dalam pelatihan ini, kami langsung mempraktikkan bagaimana para peserta mengurus izin produknya,” terang Wana.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya manajemen bisnis bagi para peserta. Bagaimana perempuan pesisir tidak hanya dapat menghasilkan produk, tapi juga memiliki kemampuan untuk mengkalkulasikan keuntungan mereka. Ada beberapa jurus jitu yang dimiliki Wana. Hal itu ia kembangkan sebagai materi berdasarkan pengalamannya sebagai pembisnis muda sukses di gumi patuh karya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita