“Orang beli itu buat dia gunakan begawe. Bukan untuk dimakan,” kata salah seorang pedagang beras Pasar Pancor Ibu Rahini pada Lombok Post, Jumat (3/2).
Sebanyak apapun beras medium dengan kualitas rendah itu dijual, masyarakat akan tetap mencari beras dengan kualitas lebih bagus untuk dimakan. Menurut Rahini, kebanyakan warga sekarang, kendati dari kelas ekonomi paling rendah, sudah tidak mau memakan beras yang kualitasnya seperti yang dijual pemerintah.
“Kalau pun ada, mungkin karena jumlah mereka banyak dan benar-benar tidak mampu,” ujarnya.
Kendati operasi pasar sudah digelar selama dua hari di Pasar Pancor, stok beras yang ia jual tetap laku. Malah beberapa dari warga yang sudah membeli beras murah akan kembali membeli beras medium super darinya.
Rahini pun memperlihatkan kualitas beras yang didapatkan dari pasar beras murah yang digelar Dinas Perdagangan Lotim tersebut. Menurutnya, kenaikan harga beras saat ini disebabkan oleh kenaikan harga dari tempat penggilingan padi. Harga di penggilingan naik karena stok gabah sangat sedikit.
Rahini menerangkan, pedagang beras saat ini susah sekali mendapatkan stok. “Untung kita juga sedikit sekali. Kita ngambil di heler (tempat penggilingan) Rp 11.500 per kilo. Dan kita jual Rp 12 ribu. Susah sekarang ini,” jelasnya.
Menurutnya, harga akan kembali normal jika stok gabah sudah mulai banyak. Hal itu ditaksir akan segera terjadi karena banyak petani sudah panen. Namun sejauh yang ia ketahui, pedagang yang berasal dari Desa Songak, Kecamatan Sakra itu mengatakan saat ini tidak sedikit panen padi petani yang rusak.
Kepala Dinas Perdagangan Lotim Lalu Dami Ahyani sebelumnya menaruh harapan besar pada operasi pasar beras murah yang digelar. Ia menuturkan, beras cadangan bulog medium yang dijual Rp 9 ribu per kilo dipilih karena kebanyakan masyarakat mencari beras dengan kualitas tersebut.
Selain itu, pasar beras murah juga dinilai secara tidak langsung menurunkan harga beras di pasaran. Sebab jika warga membeli beras dengan harga murah, maka beras para pedagang akan tidak dibeli. Makan dengan sendirinya pedagang akan menurunkan harga. “Karena itu kita akan terus melakukan operasi pasar ini,” kata Dami. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita