Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Lotim Tak Ada Lebaran Topat, tapi Dikenal dengan Sebutan Bekele

Rury Anjas Andita • Sabtu, 29 April 2023 | 12:00 WIB
DESTINASI UNGGULAN: Pantai Pink di Lombok Timur menjadi salah satu destinasi pantai yang menjadi unggulan pariwisata di NTB. (Ivan/Lombok Post)
DESTINASI UNGGULAN: Pantai Pink di Lombok Timur menjadi salah satu destinasi pantai yang menjadi unggulan pariwisata di NTB. (Ivan/Lombok Post)
SELONG-Budayawan Lombok Timur Muhir menerangkan, sebagai sebuah tradisi, lebaran topat memang tidak ada di Gumi Patuh Karya. Namun praktiknya, atau kegiatan yang dilakukan tetap ada.

“Masyarakat Lotim menyebutnya bekele, belelangon, dan pelesir,” kata Muhir pada Lombok Post.

Masyakarat yang melakukan kegiatan berupa bekele atau makan bersama, belelangon atau berziarah mengunjungi makam orang suci, dan pelesir atau liburan tersebut dikhususkan bagi mereka yang menjalankan puasa Syawal. Kata Muhir, dalam tradisi itu, yang tidak menjalankan puasa sunah dengan sendirinya tidak melakukan perayaan sBudayawan Lombok Timur Muhir menerangkan, sebagai sebuah tradisi, lebaran topat memang tidak ada di Gumi Patuh Karya. Namun praktiknya, atau kegiatan yang dilakukan tetap ada.erupa itu.

Namun dalam tradisi itu juga, bekele dan pelesir di momen setelah satu minggu waktu puasa sunah itu dilakukan secara beramai-ramai karena beberapa hal. Salah satunya adalah sebagai waktu untuk melepas kepergian salah seorang keluarga yang akan kembali ke daerah rantauannya.

“Di Lotim ini banyak warganya yang merantau ke berbagai daerah. Jadi di hari itu mereka berkumpul ke pantai untuk makan bersama sebelum esok harinya melepas kepulangan keluarganya yang kembali ke daerah rantauannya itu,” terang Muhir.

Di sisi lain, di saat orang masih menjalankan ibadah haji menggunakan kapal laut, keberangkatan dilakukan sekitar satu minggu setelah lebaran. Sehingga momen setelah puasa sunah Syawal menjadi acara pelepasan warga yang esok harinya akan berangkat berhaji.

Selain bentuknya liburan dan makan bersama, warga juga mengunjungi makam orang suci yang disebut belelangon. Di Labuhan Haji ada makam Abu Aji dan makam anak iwoq. Kendati tidak mengenal lebaran topat, namun bukan berarti warga Lotim tidak membuat ketupat juga. Beberapa di antara warga juga tentu menyiapkan makanan siap saji saat melakukan pelesir.

“Tentu ada juga yang membawa makanan siap saji seperti ketupat dan jenis lauk pauknya,” terang Muhir.

Berkaitan dengan itu, setiap tahun terdapat kegiatan pesta pantai yang digelar satu minggu setelah lebaran Idul Fitri. Di Lotim sendiri pantai Labuhan Haji selalu menjadi pusat kunjungan warga.

Pengelola Sunrise Land Lombok Labuhan Haji Qori’ Bayyinaturrosyi menjelaskan, tahun ini pesta pantai di Labuhan Haji di gelar dua hari. “Hari minggu setelah lebaran idul fitri dan satu minggu setelahnya,” jelas Qori’. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#bekele #Lebaran Topat #Pantai Labuhan Haji