“Kita masih dalami, namanya anak-anak melihat saat ditanya keterangannya berubah-ubah,” ujar Kapolsek Selong, Iptu Sahiman menjawab pertanyaan Lombok Post, Rabu (7/6).
Pohaknya pun terus selidiki guna mengungkap teror manusia bertopeng ini. Sembari melakukan penyelidikan polisi bersama pihak terkait berpatroli guna memberikan rasa aman dan nyaman dalam beraktifitas dan berisitirahat malam. “Kami turun bersama untuk patroli,” akunya.
Ia menambahkan, pelaku saat menakut-nakuti anak-anak menggunakan topeng. Keterangan yang baru didapatkan hanya itu. Perihal informasi manusia bertopeng membawa parang pihak kepolisian masih mendalaminya. Sahiman juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mendukung kepolisian dalam bekerja guna mengungkap kejadian ini. Jika pun nanti pelaku dapat ditemukan warga diminta mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan ke pihak berewenang.
“Tetap tenang dan jangan main hakim sendiri,” imbaunya.
Kepala Lingkungan Sandubaya, Selong Muhammad Faizul mengatakan, kondisi lingkungan sudah aman. Saat ini polisi tengah bekerja. “Sudah aman, tiap malam ada patroli,” katanya.
Ia juga menduga kejadian ini hanya iseng-iseng saja. Sampai saat ini tidak ada didengar adanya kejadian serupa. “Kita juga gak tahu motifnya, mungkin ada yang iseng,” duganya. (cr-thn/r10) Editor : Administrator