Dalam sambutannya, Sukiman berharap pasar malam tersebut dapat bersinar. “Bersih, indah, aman, nyaman, dan rapi,” kata Sukiman menyebut akronim dari bersinar yang dimaksud.
Pasar kuliner malam Pancor yang diberikan nama ‘Ite Pade Epe’ dibuat agar RTP yang telah dibangun dapat dikhususkan untuk dinikmati oleh masyarakat tanpa adanya gangguan pedagang. Itulah mengapa puluhan pedagang diberikan ruang khusus di ruas jalan depan masjid At Taqwa Pancor untuk membuka lapak bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Sukiman berharap para pedagang dapat memunculkan menu-menu kuliner khas sasak. Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada para pedagang agar berkreasi dan berinovasi. Kata Sukiman, akan sangat bagus jika ada ares, sayur Nangka, dan kuliner khas Sasak lainnya yang bisa dijumpai di sana.
“Dengan harapan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang yang berjualan di sana dapat meningkat,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, Sukiman menyempatkan diri menyambangi beberapa pedagang di pasar kuliner malam. Sekaligus mencicipi beberapa kuliner yang ada di sana.
Lurah Pancor Lalu Ridho Arindi menerangkan, pasar ini konsepnya seperti halnya beberapa pasar kuliner jalanan di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Sejauh ini terdapat sekitar 70 pedagang yang berjualan di tempat tersebut.
Waktu buka pasar sendiri mulai dari 17.00-01.30 Wita. Pada saat itu, ruas Jalan Pejanggik ditutup dari simpang empat pejanggik sampai simpang empat masjid At Taqwa Pancor. “Untuk penutupan ini kita sudah mendapatkan rekomendasi dari Dishub Lotim,” kata Ridho. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita