"Sejak Januari 2023 ini berbagai upaya telah kami lakukan untuk mengoptimalkan penarikan pajak khususnya pajak MBLB ini," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim Muhsin.
Jumlah galian C wajib pajak pada bulan ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 121 naik menjadi 176 galian C.
Melihat jumlah galian c wajib pajak ini seharusnya potensi pendapatan daerah perharinya bisa mencapai Rp 300 juta dalam sehari. Namun ternyata potensi ini belum dioptimalkan.
Menurut Muhsin, kendala belum optimalnya penarikan pajak dari sektor pajak ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat khususnya pelaku tambang membayar pajak. Sesuai dengan ketentuan, mereka semestinya membayar 20 persen dari harga jual material.
"Masih jauh dari 20 persen itu, mereka hanya bayar Rp 10.000-20.000 yang semestinya mereka bayar Rp 84.000 ribu. Kan jauh selisihnya," katanya.
Pihak yang berkewajiban membayar pajak galian C adalah para pengusaha tambang bukan sopir truk. Sopir hanya wajib menyetorkan delivery order (DO) kepada para petugas pajak yang di mulut tambang.
Muhsin mengakui, meski sudah menempatkan petugas penarik pajak di masing-masing mulut tambang, Bapenda masih tetap melakukan penarikan pajak di perbatasan. Hal ini dikarenakan masih banyak sopir truk yang tidak menyetorkan pajak di mulut tambang.
"Kalau sopir yang sudah bayar pajak dia hanya membawa akuasi yang sudah tercatat saja. Kita akan perketat penarikan pajak ini, bila perlu kita akan tarik dua kali lipat sebagai sanksi tidak membayar di mulut tambang, karena kalau tidak begitu maka dia akan lolos terus," tegasnya.
Target PAD dari pajak MBLB di Lombok Timur tahun 2024 ini sebesar Rp 73 miliar. Namun pada triwulan kedua baru terealisasi sebesar Rp 7 miliar. Dari sisi progres capaian PAD, pajak MBLB diakui tahun ini lebih bagus dibanding dengan tahun tahun 2022 lalu. Pada tahun 2022 lalu capaian PAD dari sektor ini hanya tercapai sebesar Rp 13 miliar.
"Mudah-mudahan bisa tercapai target kita, kami akan tetap ikhtiar supaya bisa tercapai. Kalau progres sudah ada peningkatan dari tahun sebelumnya," ujar Muhsin. (cr-par/r10)
Editor : Baiq Farida