”Kehadiran Rumah Sakit Setia Budi Utomo ini melengkapi sekian banyak fasilitas kesehatan yang ada di Lombok Timur. Kami menyambut baik kehadiran Rumah Sakit ini dalam rangka meningkatkan fasilitas dan tingkat derajat kesehatan masyarakat kita,” katanya dalam sambutan.
Diketahui, Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 254 desa/kelurahan, 21 kecamatan dan Jumlah Penduduk 1,4 juta Jiwa. Melihat jumlah Penduduk yang demikian banyak itu, maka upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pembangunan fasilitas Kesehatan sangat diperlukan.
Untuk itu, sukiman menjelaskan, dibutuhkan jalinan kerja sama yang erat dan harmonis antara semua pihak. Baik BUMN, BUMD, BPJS Kesehatan, dan Swasta demi mendukung peningkatan fasilitas kesehatan.
Hingga saat ini, sudah ada lima RSUD yang terbangun di Lombok Timur, dengan 37 puskesmas yang tersebar merata di setiap kecamatan. Selain itu juga, ada sembilan rumah sakit swasta. Empat rumah sakit berada di Selong, kemudian di Aikmel, Terara, Maraqitta'limat, Nahdlatul Wathan, dan Muhammadiyah.
”Dari peletakan batu pertama Rumah Sakit Setia Budi Utomo, berarti ini rumah sakit kesepuluh yang ada di Kabupaten Lombok Timur,” sebutnya. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan tersebut merupakan salah satu aspek pendukung naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lotim.
Setia Budi Utomo, selaku Direktur Utama Rumah Sakit tersebut, turut mengapresiasi dan berterima kasih terhadap semua pihak yang telah terlibat dan mendukung sepenuhnya hingga acara peletakan batu pertama Rumah Sakit Setia Budi Utomo ini bisa terselenggara.
”Mudahan ke depan bisa berjalan lebih lancar dan kami bisa berperan aktif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya,” ujar dia.
Rumah Sakit ini,lanjut dia, akan berdiri di areal lahan seluas 6.000 meter persegi. Dengan rencana struktur gambar berlantai lima. Diproyeksikan mulai dari groundbreaking sampai selesai akan menyita waktu hingga setahun ke depan. Sehingga diharapkan awal 2025 nanti Rumah Sakit yang dibangun ini sudah operasional.
Dari segi struktur bangunan, rencananya Rumah Sakit ini bertipe/kelas C. Namun di tahap awal pembangunan akan dikejar dulu untuk ketersedian kamar/bed dari 50-100 bed atau kelas D. ”Jadi nanti Ketika akan naik kelas, kita tidak akan mengubah struktur, tinggal mengubah kapasitas saja. Hanya mengubah jumlah bednya saja,” terangnya. (zis/adv)
Editor : Redaksi Lombok Post