LombokPost--Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) ) bekerjasama dengan Puskesmas Jerowaru dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Peran Kader Kesehatan dan Remaja GenRe dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Jerowaru.
Dipilihnya Jerowaru sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu lokus stunting di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan membekali para kader kesehatan dalam upaya pencegahan stunting serta peran remaja sebagai agen perubahan dalam memutus rantai stunting yang merupakan masalah serius yang memengaruhi sumber daya bangsa ke depannya.
Stunting yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak di bawah rata-rata untuk usia mereka, memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif jika tidak ditangani.
“Kami sangat mengapresiasi FIK UI atas inisiatif pencegahan stunting ini. Kesehatan anak adalah prioritas utama kami, dan kerjasama seperti ini sangat membantu dalam mencapai tujuan tersebut,” kata Kepala Puskesmas Jerowaru Munawir Subhan, S.KM memberi sambutan pertama.
Selanjutnya, Dr Nani Nuraeni, S.Kp., MN mewakili dosen FIK UI, menekankan pentingnya kerja sama antara akademisi dan penyedia layanan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting. “Kami berterima kasih atas kerja sama yang erat dengan Puskesmas Jerowaru. Kolaborasi ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa informasi dan praktik terbaik dalam pencegahan stunting dapat disampaikan secara efektif ke masyarakat,” ujarnya.
H Sejarah, S.Sos., MM, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, menyampaikan bahwa salah satu penyebab tingginya angka stunting di Lombok Timur adalah pernikahan anak. Sehingga sangat tepat pendekatan yang digunakan tim FIK UI dengan melibatkan remaja GenRe sebagai agen perubahan dalam mencegah stunting.
Selain itu, ketua tim pengabdi Dr. Fajar Tri Waluyanti, S. Kp., M.Kep., Sp.Kep.An juga menyampaikan bahwa peran remaja sangat esensial dalam mencegah stunting sehingga pelibatan remaja sangat tepat dalam program pencegahan stunting.
Kegiatan edukasi kader disampaikan oleh Ns. Syamikar Baridwan Syamsir, anggota Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI. Dia menggambarkan peran penting yang dimainkan kader kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.
Pencegahan stunting melibatkan tiga pendekatan utama yang harus diterapkan secara komprehensif. Pertama, adalah perbaikan pola makan anak, yang mencakup aspek nutrisi yang cukup dan seimbang. Kedua, adalah peningkatan praktik perawatan anak, termasuk pola asuh yang baik dan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. Terakhir, adalah upaya meningkatkan sanitasi dan akses air bersih untuk memastikan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan anak.
Selain itu, dia juga memberikan penekanan penting pada prinsip dasar komunikasi efektif sebagai bekal bagi para kader saat melakukan kunjungan keluarga. Presentasi ini sangat interaktif dan memberikan peserta peluang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memahami betapa pentingnya peran kader kesehatan dalam masyarakat. Ini adalah langkah awal yang positif dalam upaya bersama untuk penanggulangan stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di wilayah ini.
Kegiatan edukasi remaja disampaikan oleh Ns.Ayuni Rizka Utami, anggota Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI. Menurutnya ada hubungan erat antara remaja dan stunting, peran remaja dalam memutus angka stunting serta peran remaja dalam penurunan pernikahan anak sebagai salah satu penyebab stunting di Lombok Timur.
Dalam pertemuan tersebut remaja GenRe juga menyatakan koomitmennya sebagai agen perubahan dalam mencegah stunting. Selain itu, Pengabdi FIK UI juga mengembangkan prototype aplikasi Remaja Laskar Cegah Stunting (Rela Ceting) yang dapat dimanfaatkan remaja sebagai sumber edukasi stunting.
Prototype aplikasi Rela Ceting ini juga akan digunakan oleh remaja GenRe saat sosialisasi terkait pencegahan stunting pada sekolah-sekolah, pesantren-pesantren atau lingkungan remaja yang ada di wilayah Jerowaru.
Peserta dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari kader kesehatan dan remaja GenRe yang beroperasi di wilayah kerja Puskesmas Jerowaru. Mereka adalah individu yang berdedikasi dalam layanan kesehatan di komunitas mereka, dan keterlibatan mereka sangat penting dalam pelaksanaan program pencegahan stunting yang efektif. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Puskesmas Jerowaru dan aula DP3AKB yang mana menciptakan lingkungan yang ideal untuk pembelajaran dan kolaborasi.
Partisipasi antusias para kader dan remaja GenRe mencerminkan komitmen mereka untuk mengatasi stunting di wilayah ini. Mereka menyampaikan harapan bahwa tim pengabdian masyarakat FIK UI akan terus mendukung mereka dalam upaya mereka untuk mengatasi stunting dengan efektif di Puskesmas Jerowaru.
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI terdiri dari Fajar Tri Waluyanti, Agus Setiawan, Nani Nurhaeni, La Ode Abd. Rahman, Ayuni Rizka Utami, Astuti, Syamikar Baridwan Syamsir, Emilia Annuri Mumtazah, Baiq Fitria Frisma Lita, dan Maya Sari. (ksj)
Editor : Kimda Farida