Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Pulau Maringkik Dijatah Air Bersih, Keperluan Mandi dan Wudu Terpaksa Gunakan Air Laut

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 4 Oktober 2023 | 08:05 WIB

 

BANTUAN: Warga Pulau Maringkik saat mengambil air bersih yang didistribusikan pemerintah, belum lama ini.
BANTUAN: Warga Pulau Maringkik saat mengambil air bersih yang didistribusikan pemerintah, belum lama ini.

Warga di Pulau Maringkik terdampak kemarau panjang. Meski tidak separah kondisi sebelum adanya Perusahaan Air Minum (PAM) Desa, warga tetap harus pandai-pandai mengelola air bersih. Berikut ulasannya.

 

”Tadi saya telepon lagi camat dan Kepala Desa maringkik, pasokan air bersih di sana katanya masih cukup dari PAM Desa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, L Mulyadi, Selasa (3/10).

Di tahun 2017 lalu, pihak desa memasang pipa panjang di bawah laut dari pulau induk (Lombok) ke Maringkik. Karena keterbatasan, pipa tidak langsung tersambung ke rumah warga. Melainkan dipusatkan di balai pertemuan warga di Pulau Maringkik. Dari sini, warga mengantre untuk memperoleh air bersih.

Mulyadi mengatakan, Kecamatan Jerowaru merupakan wilayah yang dilanda kekeringan ekstrem. Seluruh desa di dalamnya, termasuk juga Pulau Maringkik, terdampak kekeringan yang disebabkan fenomena El Nino ini.

Laporan yang menyebut pasokan air bersih masih cukup akan dipastikannya. Pihaknya berencana mengunjungi lagi Pulau Maringkik. Selain itu BPBD juga terus siap siaga mengatasi kekurangan air di sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan khususnya di Pulau Maringkik. 

BPBD telah menyiapkan tandon, jeriken, bahkan perahu untuk distribusi air bersih ke Pulau Maringkik, jika keadaan sudah darurat. Tandon dengan kapasitas 5 ribu liter itu rencananya akan ditempatkan sekitar Dermaga Telong-elong, Kecamatan Jerowaru.

”Kami siapkan jika keadaan sudah mendesak. Khusus di Pulau Maringkik ini kami akan distribusikan bantuan dalam bentuk jeriken, karena naik perahu tidak mungkin menggunakan bak atau ember,” imbuhnya.

Terpisah, Nuraini salah seorang warga Pulau Maringkik menyampaikan masyarakat mengandalkan pasokan air bersih dari PAM Desa setempat. Biasanya air akan didistribusikan sekali dalam dua hari, dengan setiap KK dijatah lima ember.

”Makanya kami harus bisa berhemat air untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Dari jatah air bersih yang didapatkan tersebut diakui hanya cukup untuk kebutuhan memasak saja. Sementara untuk memenuhi kebutuhan lain seperti mencuci, mandi, dan minum masyarakat harus bisa menghemat air.

Bagi masyarakat yang memiliki akses, biasanya akan pergi ke darat untuk membeli air sebagai tambahan pasokan air, namun bagi yang tidak punya akses atau perahu hanya bisa mengandalkan jatah air bersih dari PAM Des.

”Kalau mandi, wudu, buang air, dan sejenisnya bisa kami pakai air laut. Tapi kalau memasak minum, dan cuci pakaian tidak bisa,” sambungnya.

Kekurangan air bersih diakui merupakan persoalan lama yang kerap datang setiap tahun menyapa masyarakat Pulau Maringkik. Akan tetapi persolan ini sampai sekarang tidak kunjung ada penyelesaian. (cr-par/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#Maringkik #Lombok #update me