Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lombok Timur Mulai Susun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 10 Oktober 2023 | 23:18 WIB

TAMBAH KUOTA: Jumlah pendaki per hari yang diperbolehkan naik Gunung Rinjani mulai normal, yakni sebanyak 700 orang di 6 pintu masuk. (Dok/Lombok Post)
TAMBAH KUOTA: Jumlah pendaki per hari yang diperbolehkan naik Gunung Rinjani mulai normal, yakni sebanyak 700 orang di 6 pintu masuk. (Dok/Lombok Post)
LombokPost--Pemkab Lombok Timur (Lotim) mulai menyusun rencana induk pengembangan pariwisata daerah atau Ripparkab. Dokumen ini akan menjadi acuan pengembangan pariwisata, yang selama ini belum dimiliki pemda.

Putrawan Habibi, tim ahli yang menyusun Ripparkab mengatakan, tidak adanya dokumen tersebut menjadi kendala intervensi program pariwisata dari pemerintah pusat. ”Sulit dilakukan karena tidak ada Riparkab sebagai bahan acuan,” katanya.

Riparkab akan menjadi sarana koordinasi bagi semua OPD untuk pengembangan Pariwisata di Lotim. Terlebih saat ini salah satu program prioritas pemerintah pusat adalah sektor pariwisata. Sehingga jika tidak ada Riparkab sulit untuk bisa terintegrasi dengan program pemerintah pusat. Termasuk untuk mencarikan Dana Alokasi Khusus (DAK).

”Buahnya (anggaran, Red) itu sudah ada tapi alat untuk memetik itu yang belum punya,” ujarnya.

Penyusunan Ripparkab ini disebut menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. Sehingga dalam rancangannya daerah Lotim dibagi menjadi tiga kawasan yakni kawasan blue tourism atau wisata laut. Seperti kawasan Sambelia sampai dengan Ekas atau wilayah-wilayah yang ada di sekitar pesisir pantai Lotim.

Kemudian green tourism, kawasan ini akan mencakup kawasan Sembalun dan beberapa wilayah yang ada di kaki Gunung Rinjani. Terakhir adalah pariwisata Urban Tourism atau wisata perkotaan. Wilayah yang masuk dalam wisata ini dimulai dari Kecamatan Terara sampai dengan kecamatan Selong.

”Urban tourism ini merupakan wisata perkotaan yang mencakup mulai mulai dari kuliner, Kolam renang, sport dan sebagainya,” ujarnya.

Rancangan dan konsep Riparkab tersebut ditargetkan tahun ini sudah selesai disusun. Bahkan ditargetkan semuanya sudah rampung pada akhir bulan Oktober ini. Kemudian pengesahannya dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim.

Sehingga pada tahun 2024 mendatang Riparkab itu sudah masuk dalam RPJMD. Keberadaan Riparkab ini diyakini akan bisa meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat Lotim. Tidak hanya masyarakat yang ada di sekitar destinasi wisata namun juga secara umum.

”Karena kita punya berbagai macam destinasi di Lotim ini. Mudah-mudahan ini segera bisa terwujud. Apalagi Lombok sekarang banyak dikunjungi wisatawan dari luar,” pungkasnya. (cr-par/r11)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#rinjani #Lombok Timur #Pariwisata