LombokPost-Perayaan Hultah Madrasah NWDI ke-88 tahun ini diperkirakan dihadiri 100 ribu jamaah NW dari semua Provinsi di Indonesia.
Kedatangan jamaah ke Komplek YPP Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur (Lotim), diperkirakan semakin banyak pada puncak perayaan Hultah Madrasah pada Minggu (29/10).
”Kami selaku panitia Hultah ke-88 Madrasah NWDI sudah bekerjasama dengan semua pihak. Izin dari kepolisian juga sudah ada,” terang ketua Panitia Hultah Madrasah NWDI ke-88 TGH Zainal Arifin Munir, Sabtu (28/10).
Rangkaian hultah madrasah NWDI sudah berjalan sejak tanggal 14 Oktober lalu. Berbagai kegiatan dan lomba untuk semarak hultah juga sudah dilaksanakan dengan aman dan lancar.
Diadakan lomba-lomba berkaitan dengan NW yang bertujuan untuk meningkatkan visi misi NW.
Selain itu dari divisi bakti sosial juga telah melakukan berbagai kegiatan. Dari donor darah, khitanan massal, ngurisan massal, dan bersih-bersih lingkungan masjid di sejumlah tempat di Pulau Lombok. Kemudian yang terakhir adalah kegiatan pawai algoris diikuti 10 Ribu orang.
”Semua lomba atau kegiatan semarak hultah tahun ini sangat meriah. Menunjukkan bahwa NW untuk semua. Dan semuanya bermuara kepada pendidikan dan kebutuhan pendidikan,” imbuhnya.
Puncak perayaan HUT Madrasah NWDI menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat.
Antusiasme menyambut hultah terlihat sejak acara pemasangan tetaring. Dimana pada tahun lalu waktu pemasangan tetaring membutuhkan waktu 4 jam namun tahun ini cukup memakan waktu 3 jam saja.
”Hari ultah sangat ditunggu oleh masyarakat. Mereka menunggu untuk bertemu dengan pimpinan mereka, menunggu untuk bertemu dengan guru-guru mereka,” katanya.
Seminar kebangsaan dan seminar tentang NW juga digelar. Untuk melihat dan mengenang bagaimana pemikiran visioner Maulana Syekh dan perjuangannya untuk negara yang berjuang dengan agama untuk negara dan semua perjuangan NW itu untuk bangsa.
Sementara itu PB NW Maulana Syekh TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menyampaikan, semua jamaah yang hadir pada perayaan hultah ini menjadi tamu spesial dan istimewa.
Terkait akan adanya tamu spesial dari pusat dirinya belum mengetahui pasti apakah ada yang datang atau tidak.
”Sejauh ini kami belum ada informasi kalau ada tamu yang dari pusat akan datang. Bagi kami semua yang hadir adalah tamu istimewa dan tamu yang spesial,” imbuhnya.
Disebutkan. hultah ini merupakan acara madrasah bukan hultah organisasi. Ia menilai hultah itu sama saja.
Pendiri NW dalam hal ini TGKH Syekh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid biasanya menyebut dengan kata Hultah NWDI, sebelumnya adanya organisasi NWDI.
Sehingga sejak terpilihnya menjadi ketua PB NW, kata Hultah NWDI ditambah menjadi Hultah Madrasah NWDI sebagai pembeda antara organisasi dengan Madrasah.
”Makanya saya putuskan setiap ulang tahun NWDI ditambahkan kata madrasah. Karena yang hultah ini madrasah bukan organisasi. Kalau organisasi saya memberikan nama hari jadi. Karena saya tidak mau mengganggu kata-kata hultah itu. Sebab pendiri NW selalu mengatakan hultah kepada madrasahnya. Itu sebagai pembeda saja tidak ada niat yang lain,” imbuhnya.
Disebutkan, jumlah madrasah NWDI sampai dengan September lalu tercatat sebanyak 2.027 madrasah. Tersebar di 38 provinsi. Pada perayaan hultah Madrasah NWDI ke-88 ini semua pengurus wilayah telah hadir. (cr-par)
Editor : Akbar Sirinawa