LombokPost-Embulan Boroq Dewi Anjani. Kolam renang yang berada di Desa Anjani ini menjadi salah satu alternatif wisata yang ditawarkan di Lombok Timur.
Dibangun sejak 2018, destinasi wisata buatan ini perlahan jadi primadona bagi masyarakat.
Akses jalan menuju kolam renang Embulan Boroq Dewi Anjani sudah cukup baik.
Meski agak sempit, tapi masih bisa dilewati kendaraan roda empat. Jalannya juga tergolong bagus karena sudah beraspal dan membelah areal persawahan dan kebun milik warga.
Tepat di ujung jalan, terdapat loket pembelian tiket. Dua perempuan muda nampak sibuk melayani pengunjung yang akan masuk ke destinasi wisata itu.
Sementara di sebelah barat loket, beberapa orang sedang menikmati berbagai menu makanan di sebuah berugak. Berderet rapi di pinggir sawah dengan kolam ikan di depannya.
Siapa sangka Desa Anjani memiliki destinasi wisata buatan yang sangat bagus.
Diberi nama kolam renang Embulan Boroq Dewi Anjani.
Kolam renang ini memiliki daya tarik sendiri, yang tidak dimiliki kolam renang lainnya di Lotim.
Kolam renang ini diapit persawahan. Sehingga menjadikan udara terasa sangat sejuk.
Air kolam jernih dan tidak berbau kaporit, karena diambil langsung dari mata air.
Bahkan mata air tersebut banyak dimanfaatkan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan irigasi.
”Setiap hari airnya kita kuras habis, kemudian isi dengan yang baru. Ini kita lakukan demi kenyamanan pengunjung,” ungkap pengelola kolam renang Dewi Anjani Nendi Wahyu.
Pembangunan kolam itu pertama kali diinisiasi mantan kepala Desa Anjani, almarhum H M Zulkarnain pada 2018 lalu.
Melalui musyawarah desa (musdes) bersama kadus, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Anjani.
Zulkarnain melihat mata air di desanya tidak pernah mengering. Meski saat musim kemarau.
Dari sana, ia menginisiasi pembangunan kolam renang.
Pembangunan akhirnya dimulai pada 2018 lalu di atas tanah seluas 30 are.
Tanah tersebut merupakan tanah pecatu Desa Anjani.
Di tengah perjalanan pembangunan sempat terkendala karena kepala desa yang menjabat saat itu meninggal dunia.
”Tahun 2021 itu pembangunannya mangkrak karena kades Anjani H M Zulkarnain meninggal dunia kemudian di PAW. Makanya tidak bisa dilanjutkan,” imbuhnya.
Pembangunan kembali dilanjutkan pada 2022, hingga akhirnya tuntas.
Setelah beroperasi, pengelolaannya diserahkan kepada pemuda dan Pokdarwis Anjani. Dengan hitungan 60 persen masuk sebagai pendapatan desa dan 40 persen diberikan kepada pengelola.
Melihat progres destinasi yang tidak pernah sepi dari pengunjung, Pemdes Anjani kembali berencana membangun kolam renang di sebelah selatan.
Adapun di bagian utara akan dijadikan destinasi wisata taman jeruk. (*/r11)
Editor : Marthadi