Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bappenda NTB Tampung Saran Desa Wanasaba Daya Butuh Sistem Perpipaan Air Minum

Yuyun Kutari • Sabtu, 3 Februari 2024 | 11:15 WIB
Suasana dialog antara warga dengan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bappenda NTB Mukarom, di kegiatan Jumat Salam yang digelar di aula kantor Desa Wanasaba Daya, Lotim, Jumat (2/2).
Suasana dialog antara warga dengan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bappenda NTB Mukarom, di kegiatan Jumat Salam yang digelar di aula kantor Desa Wanasaba Daya, Lotim, Jumat (2/2).

LombokPost-Program Jumat Salam Pemprov NTB sudah memasuki edisi ke-12. Pekan ini, puluhan kepala OPD menjumpai dan mendengar aspirasi serta keluhan masyarakat puluhan desa di wilayah timur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Salah satu yang menjadi sasaran OPD yakni Bappenda NTB, menampung saran dari warga Desa Wanasaba Daya, Jumat (2/2).

Kepala Desa (Kades) Wanasaba Daya H Rapiin mengungkapkan, di antara persoalan krusial yang dihadapi warganya saat sekarang, adalah mengenai air bersih. Pihaknya sudah lama mengharapkan pembangunan sistem perpipaan air minum. ”Ini sangat vital bagi kami,” tegasnya.

Dirinya sudah beberapa kali meminta melalui pengusulan proposal, yang ditujukan ke beberapa perusahaan dan instansi terkait di Pemkab Lotim, bahkan ke Pemprov NTB. Namun sampai saat ini, pihak desa tidak mendapatkan kepastian.

”Sudah beberapa kali, kami membuat proposal dan hasilnya tidak ada jawaban,” terangnya.

Kondisi saat ini, sistem perpipaan air minum yang dialirkan ke warga, tidak langsung dari mata air. Karena panjang pipa yang tidak cukup menjangkau ke sumber, maka salurannya dipasang pada irigasi sawah.

Akibatnya, apabila musim hujan, air tidak dapat dikonsumsi warga karena keruh. ”Setiap hujan, air yang dari irigasi itu sampai ke rumah-rumah warga sangat kotor, cokelat kayak kopi susu itu dah,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap, agar pemerintah membangun sistem perpipaan air minum langsung dari sumber mata air. Rapiin mengatakan, hasil mediasi yang dilakukan Bupati Lotim Periode 2018-2023 HM Sukiman Azmy, Desa Wanasaba Daya telah diberikan izin mengalirkan air langsung dari sumbernya, berasal dari beberapa desa seperti Aikmel Utara, Bagik Nyaka Santri, dan Keroya. ”Kami diberikan (pipa) tiga inci,” terangnya.

Untuk membangun sistem perpipaan air minum tersebut, membutuhkan anggaran hingga Rp 1,5 miliar, dengan panjang pipa mencapai 5 kilometer. Tentu saja, desa kesulitan memenuhi biaya tersebut, apalagi jumlah dana desa untuk Wanasaba Daya hanya Rp 800 juta per tahun.

“Mudah-mudahan bisa dikabulkan pemerintah, sebab inilah yang menjadi kebutuhan kami sekarang, bagaimana warga desa bisa mendapatkan air minum yang benar-benar layak,” pungkasnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Bappenda NTB Mukarom berjanji akan menampung saran dan masukan yang disampaikan pihak Desa Wanasaba Daya. ”Ini akan menjadi bahan evaluasi, dan kami menampung masukannya untuk di koordinasikan kepada Pemprov NTB, agar sesegera mungkin dicarikan solusi terbaik,” jelas dia. (yun/r11)

Editor : Rury Anjas Andita
#Sistem Perpipaan #Bappenda NTB #Jumat Salam #air minum