Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tradisi Bersin Puasa, Masyarakat Banjiri Pantai Sunrise Land Lombok

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 10 Maret 2024 | 19:46 WIB
MANDI: Pengunjung di pantai Sunrise Land Lombok bermain air saat momentum bersin puasa, Minggu (10/3).
MANDI: Pengunjung di pantai Sunrise Land Lombok bermain air saat momentum bersin puasa, Minggu (10/3).

LombokPost--Masyarakat di Lombok Timur (Lotim) membanjiri Pantai Sunrise Land Lombok (SLL) selama dua hari terakhir, Sabtu-Minggu (9-10/3).

Mereka melaksanakan tradisi bersin puasa untuk menyambut bulan suci Ramadan.

"Setiap tahun saya dengan keluarga selalu datang untuk sekadar mandi dan menikmati kuliner yang ada di sini. Tapi sayang hari ini cuacanya agak gerimis," terang Mustiani, warga Kecamatan Sakra, Lotim yang datang bersama keluarganya, Minggu (10/3).

Diketahui, bersin puasa adalah sebuah tradisi masyarakat Lotim ketika memasuki Ramadan.

Kegiatan yang biasa dilakukan warga saat momentum ini mulai dari ziarah makam keluraga, zikir dan doa bersama, makan-makan hingga rekreasi ke sejumlah tempat wisata.

Salah satu tempat yang kerap dikunjungi oleh masyarakat Lotim ketika bersin puasa adalah pantai Sunrise Land Lombok yang terletak di Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji.

Hampir setiap tahun pantai ini ramai dikunjungi wisatawan asal Lotim maupun luar.

Salah satu daya tarik Pantai SLL adalah, selain tiket masuknya yang terjangkau, destinasi wisata ini tergolong sangat bersih.

Wahana permainan untuk anak-anak dan dewasa juga tersedia.

Sejumlah fasilitas umum juga disediakan seperti tempat solat, kamar mandi yang memadai hingga gazebo (berugaq, Red) tempat kumpul keluarga.

"Tempatnya bagus, pantainya juga cukup bersih dan tiket masuknya juga sangat murah sekali. Hanya dihitung per motor atau per mobil saja. Pengunjung juga disiapkan tempat berkumpul keluarga jadi makan minum tidak di pasir atau di tanah. Tempatnya sangat nyaman dan aman," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Sunrise Land Lombok Qori' Bayyinaturrosi mengatakan, seminggu terakhir kunjungan selalu ramai.

Apalagi pihaknya selama 10 hari ini menggelar bazar kuliner bekerja sama dengan komunitas UMKM Sahabat Seponjol.

"Apalagi sore hari karena kami menyiapkan bazar kuliner dan berbagai lomba-lomba untuk memanfaatkan momentum bersin puasa ini," ujarnya.

Qori' mengaku tingkat kunjungan ke Sunrise Land Lombok pada puncak perayaan bersin puasa tahun ini sedikit mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang ada, hingga pukul 17.00 wita, tingkat kunjungan masih berada diangka 10 ribu lebih.

Sementara pada tahun lalu pada puncak perayaan bersin puasa bisa tembus diangka 35 ribu lebih.

Penurunan kunjungan ini diakui disebabkan oleh berbagai faktor.

Salah satunya adalah karena faktor cuaca.

Di mana musim hujan tahun ini  agak terlambat turun.

Pada tahun lalu bulan Februari menjadi puncak musim hujan, namun tahun ini baru dimulai di Maret.

"Tapi pergerakan pengunjung sampai pukul 18:15 wita masih terpantau ramai yang masuk ke Sunrise Land Lombok," jelasnya.

Qori' meyebut pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik.

Salah satunya dengan menambah tenaga baru dan meningkatkan fasilitas pendukung lainnya.

Meskipun kegiatan bersin puasa yang diinisiasi  pengelola hanya sampai hari ini, namun kunjungan masyarakat diperkirakan masih akan berlangsung sampai besok Senin (11/3).

Terlebih besok juga bertepatan dengan libur nasional. 

"Tapi tergantung cuaca juga. Untuk itu kami selaku pengelola akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk pengunjung. Salah satunya adalah tetap menjaga kebersihan pantai," tutup Qori'. (cr-par).

Editor : Kimda Farida
#tradisi ramadan #Lombok Timur