LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) menggencarkan vaksinasi dosis keempat, untuk mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
”Meskipun sudah nihil (PMK), kita terus menggalakkan vaksinasi,” terang Kepala Disnakeswan Lotim H Masyhur, Senin (25/3).
Beberapa minggu lalu ada laporan kasus PMK disinyalir masuk di Lotim. Tapi setelah diperiksa, hasilnya negatif PMK. Sapi ternak yang sakit tersebut dikarenakan faktor cuaca.
Ia meminta kepada peternak untuk berhati-hati dan mengantisipasi cuaca saat ini. Kebersihan kandang dan pakan ternak harus betul-betul diperhatikan. Termasuk memperhatikan waktu ternak mendapatkan perawatan seperti suntik sehat dan vaksin.
”Kami sudah meminta kepada semua dokter hewan untuk turun memantau keadaan sapi ternak di lapangan. Supaya ketika ada permasalahan yang terjadi bisa langsung ditindaklanjuti,” katanya.
Mobilitas hewan ternak dari luar pulau seperti pulau Sumbawa saat ini juga masih ditahan untuk masuk ke Lotim. Karena kebutuhan sapi ternak di Lombok masih tercukupi. Bahkan Lotim menjadi penyuplai kebutuhan sapi ternak ke Kota Mataram dengan jumlah 160 ekor per bulan.
Menjelang Lebaran, mobilitas hewan ternak yang masuk ke pasar hewan Masbagik hanya berasal dari Pulau Lombok saja. Hewan ternak asal Lombok rata-rata sudah bebas dari virus PMK.
Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Lotim Drh Hultatang menambahkan, Lotim sampai saat ini belum dikatakan kabupaten bebas PMK, tapi masih menuju bebas PMK. Namun secara klinis dalam kurun waktu dua tahun ini sudah tidak ditemukan lagi PMK.
Dipastikan semua hewan ternak khususnya sapi asal Lotim sudah aman dan kuat dari serangan virus PMK. Mengingat sapi-sapi ternak di Lotim rata-rata sudah mendapatkan vaksin. Sapi ternak yang telah divaksin sampai saat ini sudah di angka 90 persen lebih.
Hultatang menyebut, menjadi daerah yang belum bebas wabah, kemungkinan terjadinya PMK masih ada. Terlebih hewan ternak dari berbagai daerah keluar masuk ke wilayah Lotim. Sehingga ancaman PMK tetap terjadi. Apalagi sapi-sapi ternak yang masuk ke Lotim belum diketahui apakah sudah divaksin atau tidak.
Sehingga saat ini pihaknya menggalakkan vaksinasi hewan ternak terutama vaksin keempat. Masih banyak peternak di Lotim yang belum divaksin. Bahkan banyak juga ditemukan peternak yang tidak mau memvaksin ternaknya karena alasan-alasan tertentu.
Mengantisipasi adanya PMK, ia berharap peternak yang belum memvaksin hewan ternaknya untuk segera melapor ke UPTD terdekat. Sehingga bisa mendapatkan pelayanan vaksin pertama, kedua dan ketiga dan keempat. (cr-par/r11)
Editor : Akbar Sirinawa