Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dimediasi Polres Lombok Timur, Duel Pelajar MI Berakhir Damai

Supardi/Bapak Qila • Senin, 1 April 2024 | 09:30 WIB

 

DAMAI: Orang tua korban dan pelaku bersama sejumlah pihak saat melakukan mediasi di Polres Lotim, akhir pekan lalu. (FOTO: POLRES LOMBOK TIMUR)
DAMAI: Orang tua korban dan pelaku bersama sejumlah pihak saat melakukan mediasi di Polres Lotim, akhir pekan lalu. (FOTO: POLRES LOMBOK TIMUR)

 

LombokPost-Keluarga pelaku dan korban kekerasan fisik anak-anak di salah satu madrasah ibtidaiyah (MI) swasta di Lombok Timur (Lotim), sepakat berdamai.

”Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lotim telah memfasilitasi pertemuan antara korban, pelaku, dan pihak terkait untuk mediasi, sehingga persoalan ini cepat selesai," terang Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Dharma Yulia, Sabtu (30/3).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan. Tidak melanjutkan ke ranah hukum. Sementara pelaku kekerasan fisik dan perekam videonya juga telah meminta maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Pihak keluarga korban juga telah memaafkan kesalahan pelaku maupun penyebar video perkelahian korban dan pelaku. Video ini bahkan sempat viral di media sosial.

”Semuanya sudah sepakat agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan berdamai. Kasusnya sudah selesai,” singkatnya.

Dharma berharap kasus serupa tidak terulang lagi di Lotim. Kasus tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak, untuk selalu mengedepankan perlindungan dan pengawasan terhadap anak. 

Disebutkan, orang tua korban maupun pelaku juga berjanji lebih memperhatikan dan membina anak-anak masing-masing. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

”Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa pengawasan terhadap anak itu sangat penting,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Tafa'ul menyampaikan, pihaknya meminta maaf kepada kedua belah pihak atas kejadian tersebut. Setelah kejadian yayasan juga telah melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah itu. 

”Kami langsung mengundang sejumlah pihak untuk melakukan mediasi agar persoalan ini bisa selesai,” ungkapnya.

Baca Juga: Lelet Serahkan Rancangan APBDes 2024, Rekening DD di 50 Desa Diblokir

Yayasan berjanji lebih meningkatkan pengawasan terhadap siswa-siswi di semua jenjang pendidikan. Untuk Itu, Tafa’ul meminta agar masyarakat  menghapus video yang beredar luas di media sosial, demi menjaga psikologis kedua anak dan keluarga.

”Kejadiannya itu waktu anak-anak sudah pulang sekolah. Dan itu terjadi di musala yang ada di belakang sekolah,” terang Tafa'ul.

Diceritakan, kejadian itu bermula ketika korban berinisial WD dan pelaku inisial AT sedang bermain-main usa pulang sekolah di musala belakang madrasah. Keduanya sebenarnya merupakan teman akrab.

Namun, suasana riang gembira berubah menjadi perkelahian. Membuat WD mendapatkan luka di bagian kepala sehingga harus dijahit. Peristiwa ini direkam anak AZ

”Korban dan pelaku sama-sama kelas V. Mereka ini sahabat dekat, sering main bersama. Kalau yang memvideokan ini anak kelas 3 MTs di yayasan ini juga,” pungkasnya. (cr-par/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#i made dharma yulia #media sosial #mediasi #video perkelahian #Lombok Timur