Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PDAM Lotim Bikin Aplikasi, Tagih Tunggakan Air yang Mencapai Rp 11,8 Miliar

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 4 April 2024 | 08:00 WIB

 

MELIHAT: Operator Aplikasi pendeteksi water meter pelanggan PDAM Lotim saat melihat titik-titik koordinat pelanggan PDAM, Rabu (3/4). (FOTO: SUPARDI/LOMBOK POST)
MELIHAT: Operator Aplikasi pendeteksi water meter pelanggan PDAM Lotim saat melihat titik-titik koordinat pelanggan PDAM, Rabu (3/4). (FOTO: SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur (Lotim) mengembangkan aplikasi pendataan awal pelanggan. Fungsinya untuk melacak lokasi pelanggan. Khususnya mereka yang menunggak membayar iuran. 

”Data-datanya sudah kita miliki. Nanti kita datangi mereka untuk mengetahui penyebab kenapa berutang kepada PDAM,” terang Plt Direktur Umum (Dirum) PDAM Lotim Helmy Eka Saputra, Rabu (3/4).

Sampai dengan Maret 2024 tercatat Rp 11,816 miliar tunggakan pelanggan PDAM Lotim. Rata-rata mereka menunggak pembayaran dari periode 4-6 bulan hingga ada juga yang bertahun-tahun.

Jumlah pelanggan PDAM sampai saat ini sebanyak 29.817. Melalui aplikasi ini, nantinya data-data pelanggan akan diverifikasi. Semua titik koordinat akan terbaca melalui water meter yang dipasang di rumah pelanggan.

”Setelah terlacak nanti kita akan datangi mereka dan mengklasifikasikan pelanggan masuk kategori apa. Apakah macet, lancar atau berutang. InsyaAllah selesai Lebaran kita sudah mulai turun,” ujarnya.

Disebutkan, sanksi yang menunggak membayar iuran sebenarnya sudah ada, yakni berupa pemutusan sementara sambungan air. Namun SOP sanksi ini belum pernah dilakukan. Inilah yang mengakibatkan utang pelanggan terus menumpuk.

Semua pelanggan yang menunggak pembayaran, masih menggunakan dan memanfaatkan sambungan air PDAM. ”Kami ingin berusaha mengejar tunggakan-tunggakan itu dulu. Karena ini kan uang negara. Termasuk nanti kita gandeng APH juga, tapi kami berusaha dulu untuk menagihnya,” katanya.

Di 2024, PDAM Lotim juga akan melakukan penambahan jumlah pelanggan. Khususnya di wilayah dengan debit air yang cukup besar. Seperti Selong dan Masbagik. ”Jujur saja kami masih kekurangan sumber mata air yang bisa kita jual. Jumlah mata air yang dimanfaatkan PDAM sampai saat ini sebanyak 23 mata air saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PDAM Lotim H Marhaban menambahkan, untuk memenuhi pasokan air bersih kepada pelanggan di Lombok Timur (Lotim), pihaknya akan membuat sumur bor di sejumlah titik. Salah satunya di Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia.

”Pembuatan sumur bor itu saat ini masih dalam proses pengurusan izin dan sosialisasi kepada masyarakat,” terang Marhaban. (cr-par/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#Sukamulia #lebaran #tunggakan pelanggan #Labuhan Haji #pdam #Lombok Timur