LombokPost-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) bersama Aparat Penegak Hukum (APH) mendatangi sejumlah tambang galian C yang tidak taat membayar pajak.
”Kami turun untuk memberikan peringatan kepada pemilik tambang. Ini salah satu langkah mengoptimalkan penerimaan PAD dari pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB),” terang Kaban Bapenda Lotim Muksin, Jumat (5/4).
Pemilik tambang yang tidak membayar pajak akan ditutup sementara. Akan dibuka kembali setelah tunggakan pajaknya dibayar. Muksin menyebut, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengoptimalkan capaian PAD dari tambang galian C.
Salah satu tambang yang didatangi pada Jumat (5/4) berada di Lenek Daya, Kecamatan Lenek. Pemilik tambang di wilayah tersebut diketahui belum membayar pajak sejak Januari 2024. ”Kami sudah tagih tapi belum juga dibayar,” ujarnya.
Besaran pajak yang harus dibayarkan mencapai Rp 9 juta per bulan. Ini dihitung berdasarkan hasil survei yang dilakukan petugas Bapenda Lotim.
Muksin mengatakan, sebelumnya Bapenda telah mengirimkan surat teguran kepada pemilik tambang untuk membayar pajaknya. Namun tidak diindahkan pemilik tambang. Bahkan mereka mangkir ketika diminta klarifikasi ke kantor Bapenda.
”Melalui kedatangan ini, kami harap pemilik tambang segera melunasi pajak yang belum terbayarkan,” imbuhnya.
Ditegaskan, jika pemilik tambang kembali tidak mengindahkan teguran, maka aktivitas penambangan di lokasi tersebut akan ditutup sementara.
Selain itu, laporan ini juga akan dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim untuk ditindaklanjuti. Upaya ini sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pajak yang harus dibayarkan pelaku usaha.
”Kami rutin turun melakukan pembinaan kepada pemilik tambang. Ini sebagai langkah mengurangi kebocoran PAD. Kami harap pembayaran pajak juga dilakukan melalui e-money,” pungkasnya.
Selain sektor tambang, Pemkab Lotim juga menggenjot PAD dari retribusi pasar. Kadis Perdagangan Lotim Mahsin menyampaikan, total realisasi retribusi pasar triwulan I 2024 sebesar Rp 3,124 miliar lebih.
”Jika dibandingkan dengan realisasi triwulan I 2023 terdapat peningkatan Rp 891 juta lebih,” ungkapnya. (cr-par/r11)
Editor : Akbar Sirinawa