LombokPost-Arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. ”Kendaraan maupun penumpang yang mudik tahun ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya,” terang General Manager (GM) PT ASDP Kayangan Heru Wahyono, Senin (15/4).
Dari data per 14 April, total kendaraan roda dua dan empat yang menyeberang dari pelabuhan kayangan sejak mudik dan arus balik tercatat sebanyak 38.269 unit. Sementara jumlah penumpang sebanyak 126.859 orang.
Sedangkan pada 2023 lalu total kendaraan mencapai 129.940 unit yang didominasi roda dua sebanyak 32.649 unit. Sementara jumlah penumpang tahun lalu sebanyak 710.000 orang.
”Ada penurunan tahun ini. Untuk kendaraan sekitar 6 persen sedangkan untuk penumpang sekitar empat persen," imbuhnya.
Selain kendaraan dan jumlah penumpang, total trip tahun ini juga mengalami penurunan. Jumlah trip saat ini sebanyak 1.007, sedangkan untuk tahun lalu sebanyak 1.021 trip. Cuaca saat mudik dan arus balik tahun ini sangat baik dan mendukung.
Puncak mudik terjadi pada H-3 Lebaran, sedangkan arus balik mulai terjadi sejak dua hari setelah lebaran atau H+2 lebaran. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+4 lebaran. Namun pergerakan kendaraan masih kurang, dikarenakan masih banyak masyarakat menunggu lebaran ketupat selesai.
”Tadi malam pergerakan pemudik agak sepi. Mungkin puncaknya akan terjadi setelah Lebaran Ketupat. Karena kebiasaannya Lebaran Ketupat juga ramai,” ungkapnya.
Disebutkan, PT ASDP Kayangan saat ini telah menggunakan pembayaran tiket secara online melalui laman Trip.Ferizy, untuk pengguna jasa yang melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Sementara itu, pemudik asal Sumbawa Besar, Yayat mengatakan, pembelian tiket di gerai tiket diakui cukup membantu. Dikarenakan tidak perlu mengantre lama untuk membayar tiket di area pelabuhan.
”Apalagi momen mudik sekarang, kalau banyak tempat kita melakukan pembayaran akan lebih bagus dan tidak perlu nunggu lama," katanya. (cr-par/r11)
Editor : Akbar Sirinawa