Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kementerian Bangun PLUT UMKM Senilai Rp 8,7 Miliar di Lotim, Diharapkan Bisa Dimaksimalkan

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 18 Mei 2024 | 15:10 WIB
STAND: Sejumlah UMKM yang bergerak di bidang makanan saat menjajakan dagangannya pada acara bazar UMKM.(supardi/LombokPost)
STAND: Sejumlah UMKM yang bergerak di bidang makanan saat menjajakan dagangannya pada acara bazar UMKM.(supardi/LombokPost)

LombokPost-Pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) diharapkan berdampak positif.

Meningkatkan dan memajukan kualitas UMKM di Lombok Timur (Lotim).

“PLUT ini nantinya akan menjadi rumah bagi semua UMKM kita di Lotim. Kami harap semua UMKM bisa masuk di sana. InsyaAllah dalam waktu dekat sudah mulai dikerjakan,“ terang Kepala Dinas KUMKM Lotim H M Safwan, Jumat (17/5).

PLUT UMKM akan dibangun di PTC Pancor.

Nantinya, PLUT menjadi tempat UMKM untuk pengembangan usaha.

Di tempat itu, UMKM akan diberikan pelatihan pembuatan produk, pengemasan, pengemasan, pengurusan izin, BPOM sampai dengan pemasaran.

Anggaran pembangunan PLUT bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 8,7 miliar untuk pembangunan fisik dan sarana prasarana pendukung.

“Program ini langsung dari Kementerian Koperasi,” imbuhnya.

Kata dia, Keberadaan PLUT akan menjadi arah baru bagi kemajuan UMKM Lotim.

Mengingat jumlah UMKM di Lotim cukup banyak mencapai 25.000 yang tersebar di 21 kecamatan dengan didominasi UMKM yang bergerak di bidang makanan.

Diharapkan, keberadaan PLUT dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Baca Juga: Dewan Pers dan Perusahaan Pers Tolak Revisi UU Penyiaran

Diketahui, Lotim merupakan Kabupaten keempat yang mendapatkan program tersebut di NTB.

“Dari beberapa Kabupaten yang mengusulkan hanya 7 Kabupaten yang disetujui. Salah satunya Lotim,” katanya.

Di tempat terpisah, salah seorang pelaku UMKM asal Masbagik, Ratna menyebutkan adanya layanan terpadu bagi para UMKM sangat dinantikan.

Kendala yang sering dihadapi para UMKM adalah pengemasan.

Sebagian besar pengemasan masih belum begitu menarik.

“Tampilan masih biasa-biasa saja. Mungkin karena kurang pengalaman dan peralatan juga. Kalau tampilan sudah menarik dan bagus bisa lebih meningkatkan minat pembeli,” katanya.

Selain pada kemasan, yang menjadi kendala saat ini adalah izin, BPOM dan sertifikasi.

Untuk itu keberadaan PLUT diharapkan bisa menjawab semua keluhan-keluhan pelaku UMKM mulai dari jenis produk, pengemasan sampai pemasaran. (cr-par/r11)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Selong #Lotim