Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Qori’ Bayyinaturosi dan Infinity Book Tingkatkan Minat Baca Masyarakat dari Lapak Buku

Galih Mega Putra S • Selasa, 21 Mei 2024 | 17:00 WIB
JUAL: Qori’ Bayinaturrosi pemilik lapak infinity book saat memperlihatkan buku di etalase miliknya kepada dua orang pembeli di salah satu kafe di Selong.(SUPARDI/LOMBOK POST)
JUAL: Qori’ Bayinaturrosi pemilik lapak infinity book saat memperlihatkan buku di etalase miliknya kepada dua orang pembeli di salah satu kafe di Selong.(SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost-Infinity book tidak hanya fokus pada persoalan bisnis jual beli buku.

Namun lapak buku ini juga bergerak untuk meningkatkan minat baca yang semakin berkurang.

Di tengah gempuran media sosial, selain menjual, lapak ini menyiapkan buku untuk dibaca masyarakat.

Berikut ulasannya.

Di tengah keramaian pengunjung warung kopi, terlihat sosok pemuda tengah sibuk membersihkan dan merapikan susunan buku di etalase sederhana. Beberapa buku terlihat sudah lusuh di bagian sampul.

Lapak buku itu sengaja ditempatkan di tongkrongan agar pengunjung bisa membaca buku sembari menikmati sajian menu yang ditawarkan.

Namun hal itu ternyata belum menarik minat mereka yang datang.

Pemilik Lapak infinity book Qori’ Bayyinaturosi menceritakan, lapak tersebut dibuat pada saat dirinya baru menyelesaikan pendidikan magisternya di Yogyakarta.

”Saat masih kuliah saya biasa di lingkungan orang-orang yang senang dengan diskusi dan membaca buku. Jadi setelah pulang sulit sekali saya temukan lingkungan semacam itu lagi,” terangnya, Senin (20/5).

Semasa kuliah, Qori’ merupakan penggiat literasi. Sehingga ia memutuskan untuk membuat lapak buku yang dinamakan infinity book.

Lapak buku yang dibuat ini tidak hanya sekadar menjual buku, namun menyiapkan buku gratis untuk dibaca.

Khususnya bagi pengunjung yang datang menikmati makanan dan minuman di tempat tersebut. 

Langkah ini selain bernilai bisnis namun sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca kepada masyarakat.

”Bukunya kami siapkan. Jadi sambil menunggu makanan bisa sambil baca buku,” katanya. 

Dalam pengadaan buku, ia telah bekerja sama dengan 72 penerbit buku se-Indonesia.

Setiap buku yang dijual habis, akan disisakan satu buku untuk dibaca secara gratis oleh masyarakat.

Selama menjual buku diakui minat baca masyarakat Lotim masih tinggi. Hanya saja masih kekurangan referensi.

Diakui, meski saat ini sudah banyak buku yang tersedia dalam bentuk pdf atau eBook yang bisa diakses kapan saja melalui ponsel.

Namun permintaan buku masih cukup tinggi.

Sebagian orang masih senang membaca buku. (*/r11)

Editor : Hidayatul Wathoni
#buku #Baca #Minat