LombokPost-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur (Lotim) berharap ada penambahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berdasarkan zona.
Lotim saat ini hanya memiliki satu TPA saja.
Diperkirakan TPA tersebut hanya mampu menampung sampah sampai lima tahun mendatang.
“Kami harap ada penambahan TPA berdasarkan zona, paling tidak 3-4 TPA seperti yang telah direncanakan dulu,” terang Kadis DLH Lotim H Supardi, Jumat (24/5).
Masih terbatasnya jumlah TPA berdampak pada pelayanan sampah.
Sejauh ini, baru tiga kecamatan yang bisa dilayani DLH.
Bukan itu saja, jika sampah yang masuk ke TPA Ijobalit, yang merupakan satu-satunya TPA, tidak dipilah dengan baik, berpotensi membuat landfill menjadi overkapasitas.
Kepala UPT TPA Ijobalit Suhardan menambahkan, rata-rata jumlah sampah yang dibuang ke TPA mencapai 110 ton per hari.
Dengan luas TPA saat ini 10,87 Hektare diperkirakan akan mampu menampung sampah sampai tujuh tahun mendatang.
“Itu kalau sampahnya dipilah. Tapi kalau sampah tidak dikelola dan dipilah dengan baik dari tingkat desa, maka TPA hanya mampu menampung sampah maksimal tiga tahun,” katanya.
Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di desa hanya beberapa yang berfungsi.
Selebihnya hanya dijadikan sebagai tempat pembuangan sementara. Sampah-sampah di desa dibuang ke TPA tanpa dipilah dan dikelola pihak desa.
“TPS3R itu hanya dimanfaatkan sebagai tempat singgah saja. Setelah sampah menumpuk langsung dikirim ke sini, tanpa dipilah,” jelasnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida