LombokPost-Memasuki musim kemarau tahun ini, masyarakat wilayah selatan khususnya di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Tidak hanya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari namun juga untuk pertanian.
”Iya di bagian selatan sudah mulai kekeringan,” terang Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Lotim Siti Nuria Jouharotil, Selasa (28/5).
Dikatakan, kesulitan air bersih paling serius terjadi di bagian pesisir Jerowaru.
Di permukiman nelayan.
Setelah dilakukan observasi masyarakat yang paling terdampak perempuan, anak-anak, lansia dan disabilitas.
Siti menyebut, saat ini masyarakat bersaing beli air dengan petani tembakau.
”Di wilayah selatan itu hampir semua desa terdampak. Terutama di Desa Seriwe dan Desa Sekaroh. Masyarakat setiap tahun membeli air untuk memenuhi kebutuhan mereka,” tandasnya.
Terpisah, warga Desa Rensing raya , Kecamatan Sakra Barat Awaludin menambahkan, kondisi air sumur warga saat ini masih aman. Namun sejak beberapa pekan terakhir debit sumur warga mulai berkurang.
”Tetap ada airnya tapi agak berkurang dari biasanya. Karena memang ini sudah mulai memasuki musim kemarau,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur M Juaini Taofik menyampaikan, permasalahan air bersih segera diatasi menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Setiap tahunnya Pemkab Lotim menyiapkan BTT.
”Untuk tahun ini ada kabar baik bagi masyarakat di Selatan. Kabar baiknya itu adalah dalam waktu dekat ini Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan akan segera beroperasi,” katanya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida