Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 2 Selong Pamerkan Hasil Pembelajaran P5

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 18 Juni 2024 | 11:25 WIB
PAMERKAN: Siswa -Siswi SMAN 2 Selong saat memamerkan sejumlah karya hasil pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada acara pameran hasil pembelajaran P5. (SUPARDI/LOMBOK POST)
PAMERKAN: Siswa -Siswi SMAN 2 Selong saat memamerkan sejumlah karya hasil pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada acara pameran hasil pembelajaran P5. (SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Selong menggelar pameran hasil pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Mulai dari jajanan tradisional, Kain tenun, Briket hingga pembagian sembako kepada keluarga stunting yang merupakan keluarga binaan.

”Pembelajaran P5 ini bersinggungan langsung bersama masyarakat seperti program pengentasan stunting. Di mana anak-anak ikut andil dalam program pengentasan stunting di Lotim,” terang Kepala Sekolah SMAN 2 Selong, H Ahmad Supandi, Minggu (16/6).

Pembelajaran P5 menjadi proses pembentukan karakter anak didik.

Seperti melalui program pengentasan stunting.

Para siswi akan lebih paham dan siap untuk menjadi ibu di masa mendatang sehingga tidak melahirkan anak stunting baru di masa mendatang.

Selain itu, hasil pembelajaran P5 ini sejalan dengan program Pemprov NTB yakni program zero waste untuk mengurangi sampah plastik.

Sampah-sampah plastik yang sebelumnya menjadi masalah diubah menjadi barang bermanfaat bernilai ekonomis.

Ketua Panitia Pameran Hilmi Setiahati menambahkan pameran tersebut diikuti kelas X dan XI.

Masing-masing kelas menampilkan karya dengan tema yang berbeda.

Sedangkan untuk kelas XI, tema yang ditampilkan yakni merekayasa dan berteknologi.

Melalui tema ini anak didik diharapkan memperoleh dan memproses informasi, serta lebih kreatif dalam menghasilkan karya dan tindakan.

”Tema kedua, bangunlah jiwa raga dengan melakukan gerak stunting. Bertujuan untuk menciptakan dan menanamkan sifat gotong royong dan kepedulian kepada sesama. Terutama terhadap masalah stunting ini,” ungkapnya.

Tema ketiga yakni kearifan lokal untuk menghasilkan gagasan dan sebuah karya.

Melalui pembelajaran P5 ini diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak bangsa menjadi anak-anak yang memiliki karakter pada generasi emas 2045 mendatang. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#pancasila #Lotim #NTB