Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Jor Lotim, Sentra Pembuatan Terasi Udang Asli Lombok, Dikirim hingga ke Luar Daerah

Galih Mega Putra S • Selasa, 25 Juni 2024 | 10:17 WIB
CEK: Hj Aminah melihat terasi udang yang dijemur di pekarangan rumahnya. (SUPARDI/LOMBOK POST)
CEK: Hj Aminah melihat terasi udang yang dijemur di pekarangan rumahnya. (SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost-Terasi udang asli Lombok, merupakan produk khas Desa Jor di Kecamatan Jerowaru.

Terasi buatan masyarakat bagian selatan Lombok Timur (Lotim) ini sangat diminati, tidak hanya masyarakat Lombok, namun juga luar daerah.

Aroma terasi udang menyeruak sepanjang jalan Desa Jor.

Terasi-terasi basah yang baru selesai dibuat dijemur berjejer di pekarangan rumah warga.

Hampir semua masyarakat di desa ini menjadi pembuat terasi udang. Terasi udang asli Lombok tidak kalah dengan terasi udang daerah-daerah lain di Indonesia.

Salah satu warga yang memproduksi terasi udang asli Lombok ini adalah Hj Aminah, 58 tahun.

Selain dijual di pasar-pasar yang ada di Lotim, setiap minggu ia rutin mengirim ke Bali, Jawa, dan beberapa daerah.

“Kalau ke Bali, Sumbawa, itu rutin setiap minggu. Dalam sekali pembuatan terasi yang akan dikirim ke luar daerah mencapai 3-4 kuintal udang,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya membuat terasi, Senin (24/6).

Dalam sekali pengiriman ke Bali, ia bisa mendapatkan omzet hingga Rp 7 juta.

Sedangkan untuk ke Sumbawa biasanya Rp 4 juta.

Bahkan terasi udang asli Lombok ini pun diminati hingga luar negeri.

Sekali waktu, para produsen di Desa Jor juga melakukan pengiriman ke Malaysia.

Tidak hanya itu, terasi udang buatan masyarakat Jor sudah menjadi oleh-oleh khas Lombok.

Tidak jarang wisatawan yang datang ke Lotim, sengaja dating ke Desa Jor, hanya untuk membeli terasi udang asli Lombok.

“Rasanya sudah terkenal di mana-mana terasi udang ini, makanya banyak yang datang langsung beli dan pesan untuk dikirimkan,” tutur Aminah.

Pembuatan terasi udang dilakukan dua kali dalam seminggu. Sekali produksi membutuhkan 3-4 kuintal udang. Bahan baku udang didatangkan dari tempatlain, seperti Desa Dasan Lekong dan Sekarteja.

Nelayan setempat tidak bisa memenuhi semua kebutuhan udang untuk produksi terasi. Karena dalam sekali pembelian udang mencapai puluhan ton.

Sementara hasil tangkapan nelayan setempat masih hitungan kilogram. 

“Tempat penjemuran juga masih terbatas. Terasi-terasi ini sudah ada yang punya, begitu kering sudah ada yang ambil,” tutur Aminah seraya menjemur terasi di halaman rumahnya.

Penjemuran membutuhkan waktu dua hari. Setelah kering  baru bisa dikemas.

Dalam memproduksi terasi, Aminah memperkerjakan enam orang pekerja tetap.

Mereka diupah Rp 7 ribu untuk pembuatan terasi per tampah.

Sedangkan untuk pengemasan mereka diupah Rp 5 ribu.

Menjadi produsen terasi udang sudah dilakoni Aminah selama puluhan tahun, sejak masih muda. Ini sudah menjadi usaha turun temurun.

Pemasaran terasi ini lebih banyak dilakukan di luar pulau lombok.

Mengingat keuntungan di pasar tradisional di Lombok dianggap lebih sedikit dibandingkan ke luar daerah.

“Kalau penjualan di pasar tradisional keuntungan paling banyak itu Rp 400- Rp500 ribu. Kalau ke Bali dan Sumbawa atau daerah-daerah lain itu bisa kita dapatkan Rp 7-8 juta,” ungkapnya. (par/r1)

Editor : Kimda Farida
#Lotim #terasi