LombokPost- Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik telah berhasil mewujudkan tiga komitmen utamanya dalam mengemban amanah memimpin gumi Patuh Karya. Mulai dari komitmen meraih Universal Health Coverage (UCH) Lombok Timur yang mencapai 98 persen per Maret 2024, dilanjutkan menjadi daerah terbaik dalam konvergensi penanganan stunting di NTB, dan terakhir mendirikan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Sesuai komitmen dan rencana, Taofik telah membuktikan perkataannya yang disampaikan pada publik di hari pelantikannya sebagai Pj Bupati Lombok Timur pada 26 September 2023 lalu.
Saat itu, ia menyampaikan tiga komitmen utama yang akan ia lakukan dalam upaya menjamin penyelenggaraan pemerintahan di Lombok Timur.
Sebagaimana amanah Kemendagri pada para Pj kepala daerah se-Indonesia, ada sejumlah hal yang ditekankan pemerintah pusat.
Selain memastikan seluruh tugas itu dilaksanakan, ia juga memiliki semacam misi utama yang baginya mesti tercapai selama ia menjabat sebagai Pj Bupati Lotim.
“Kalau kepala daerah yang dipilih oleh rakyat menyebutnya sebagai visi dan misi, kalau saya sebagai pejabat yang ditugaskan Kemendagri menyebut tiga hal ini sebagai sebuah komitmen atau tugas utama yang harus saya selesaikan,” kata Taofik pada Lombok Post.
Baca Juga: MXGP Indonesia 2024, Sukses Event, Sukses Ekonomi, Sukses Pariwisata
Tiga hal tersebut adalah capaian UHC, stunting, dan terakhir MPP.
Pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) sesuai dengan mandat Peraturan Presiden Nomor 89 tahun 2021 tentang penyelenggaraan MPP memang sudah semestinya dilaksanakan Pemkab Lombok Timur.
Kata Taofik, salah satu instrumen dalam keharusan menggelar karpet merah untuk investasi di daerah adalah Mal Pelayanan Publik.
Ia membayangkan bagaimana selama ini masyarakat harus bolak-balik dari satu titik ke titik lainnya yang cukup berjarak dalam mengurus perizinan. Terutama untuk para pelaku UMKM.
Menurutnya, betapa akan dimudahkannya masyarakat jika seluruh pusat layanan seperti perizinan, BPJS, imigrasi, pajak kendaraan dan pelayanan lainnya berada di satu tempat.
“Seperti halnya mal di epicentrum, kita bisa beli baju, makanan, elektronik, dan berbagai kebutuhan lainnya di satu tempat. Kurang lebih seperti inilah MPP. Itulah mengapa saya anggap ini menjadi tugas mayor,” paparnya.
Baca Juga: Terlilit Utang, Anger Curi Motor Anak Kos Orang Tuanya
Proses pelaksanaan pembangunan MPP sendiri berjalan cukup lancar.
Dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, suntikan dana sekitar Rp 1,8 miliar membuat tim pembentukan MPP Lotim yang digempur OPD terkait harus bekerja ekstra.
Akhirnya dipilihlah gedung eks kantor Inspektorat Lotim sebagai lokasi MPP.
Tempat itu dinilai memiliki kelayakan dari segi jumlah ruangan juga cukup mudah untuk diakses. Terutama posisinya yang berada di depan kantor Bupati Lotim. Sehingga lebih mudah untuk dikontrol.
Taofik sendiri menerangkan, rencana pembangunan MPP sebenarnya sudah dicanangkan sejak Bupati Lotim HM Sukiman Azmy.
Karena itu, pentingnya MPP sudah ada cukup lama dalam benak Taofik.
“Andai pun orang lain menjadi Pj (dan saya Sekda,red), pasti saya sampaikan kepada Pj Lotim yang menjabat. Bahwa salah satu PR yang belum dituntaskan adalah MPP. Tapi karena saya jadi Pj, akhirnya lebih cepat. Karena tidak perlu saya melapor dulu. Bisa langsung eksekusi,” tuturnya.
Baca Juga: Berkah MXGP, Produk UMKM NTB Diserbu Penonton
MPP sendiri dinilai penting mengingat persoalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim ada pada ekonomi. Kata Taofik, Dimensi kesehatan dan pendidikan IPM Lotim sudah terbilang bagus. Hanya saja dimensi ekonomi yang masih kalah dari kabupaten/kota lainnya.
“Setelah saya hitung-hitung, uang Pemda yang beredar seluruhnya di daerah ini hanya 10 persen. Berarti 90 persen yang beredar adalah uang masyarakat. Sehingga posisi para pelaku usaha ini penting. Terutama UMKM. Salah satu persoalan swasta atau UMKM adalah soal perizinan. Itulah yang juga kita ingin atasi dengan menghadirkan MPP,” jelas Taofik.
Fokus Mengemban Amanah, Tidak Tergiur Maju di Pilkada Lotim 2024
Taofik sendiri sejak awal menegaskan pada publik jika dirinya tidak akan ikut berkontestasi pada Pilkada serentak 2024.
Baca Juga: Kasus Montong Buwuh: Polisi Masih Telusuri Tersangka Lain
Hal itu berbeda dengan mantan Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi dan Pj Kota Bima H Moh Rum.
Bukannya tidak mendapat tawaran. Taofik mengaku, sejak tiga bulan pertama menjadi Pj, ia mendapat sejumlah tawaran untuk maju menjadi calon Bupati di Pilkada Lotim 2024.
Namun ia menegaskan, jika ada sejumlah hal yang membuat dirinya memutuskan untuk fokus mengemban amanah memimpin gumi patuh karya.
“Salah satunya dari sisi agama. Khairunnas anfauhum linnas. Untuk menjadi yang bermanfaat itu kan tidak mesti di jalur politik. Tapi bisa juga dengan menjadi birokrat yang baik. Itu dulu motivasi spiritual saya,” jelasnya.
Motivasi lainnya adalah komitmen menjalankan tugas sebagai Pj Bupati Lotim untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024.
“Saya tidak mungkin bisa efektif menyelesaikan tugas pemilu, terutama Pilkada, kalau saya juga mengkhianati atau lari dari tugas penjabat bupati itu. Itu saja prinsip dasar saya,” sambungnya.
Baca Juga: SDN 19 Cakranegara Siap Menuju Sekolah Adiwiyata
Berbicara peluang, Taofik memandang hal itu pasti ada.
Terlebih sejumlah tugas sebagai Pj yang mengharuskannya turun blusukan ke masyarakat. Selama ini, alasan sejumlah orang yang mendorongnya untuk maju adalah menekankan kualitas yang dimilikinya dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
Namun justru ia mempertanyakan bagaimana ia memberikan yang terbaik dalam menyukseskan Pilkada, jika dia ikut jadi pemain.
“Dan yang saya sering katakan itu, birokrat ini pintar berenangnya di kolam, kalau politisi pintar berenang di lautan. Saya terbiasa berenang di kolam berenang, tapi tidak terbiasa berenang di lautan,” tutupnya. (tih/adv)
Editor : Kimda Farida