LombokPost--Hingga saat ini rumah tangga yang telah terpenuhi kebutuhan air minum di Lombok Timur (Lotim) mencapai 371 ribu.
Namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Terutama masyarakat di bagian selatan.
”Masih banyak masyarakat kita di Lotim yang kekurangan air bersih,” terang Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik saat meresmikan sarana air bersih di Pondok Pesantren Riyadul Falah, Aik Prapa, Kecamatan Aikmel, Minggu (7/7).
Dikatakan, dari 371 ribu masyarakat yang sudah terpenuhi air bersihnya itu, 31 ribu merupakan pelanggan PDAM atau kurang dari 10 persen. Selebihnya masyarakat memanfaatkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Juaini sangat mengapresiasi Keberadaan sarana air bersih yang merupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN tersebut. Mengingat air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
”Kami harap kolaborasi ini terus berlanjut. Terima kasih telah membantu Pemda untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.
Kepala Divisi TJSL PT Pegadaian Rully Yusuf menyampaikan, ketersediaan air menjadi salah satu program prioritas nasional dan sampai tahun 2024 belum terpenuhi targetnya. ”Padahal tahun 2030 mendatang akses air minum ini seharusnya sudah mencapai 100 persen. Untuk itu kami siap membantu Pemkab Lotim untuk memenuhi air minum di Aik Prapa,” terangnya.
Sarana air bersih tersebut dapat menghasilkan 4.500 liter air per hari dan dapat memenuhi kebutuhan sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) di Aik Prapa. Sarana air bersih ini merupakan TJSL sebelas BUMN, seperti Pegadaian, Pelni, ASDP Indonesia, Pos Indonesia, Garuda Indonesia, hingga Jasindo. (par/r11)
Editor : Kimda Farida