LombokPost-Begasingan merupakan salah satu permainan tradisional yang masih eksis di tengah masyarakat Lombok Timur (Lotim).
Mempertahankan ini, pengelola Pantai Sunrise Land Lombok bakal menggelar turnamen Begasingan untuk memeriahkan HUT RI Ke-79 tahun. Berikut ulasannya.
Gasing berbentuk piring itu diikat dengan sekuat tenaga menggunakan alit (tali, Red). Kemudian dengan satu kali hentakan, gasing terlepas dari ikatannya.
Lemparannya menuju tepat ke arah gasing lawan yang berputar di tengah arena.
Braaak! Kedua gasing bertumbuk dengan keras. Hantaman ini membuat gasing lawan terpental jauh.
Sorak sorai langsung menggema di Pantai Sunrise Land Lombok, yang menjadi arena begasingan.
Junaidi dari Kelompok Begasingan Sambik Elen di Kecamatan Labuhan Haji menyampaikan, sejak kecil dirinya sudah lihai memainkan gasing. Apalagi gasing seolah menjadi budaya masyarakat di Lombok.
”Hampir setiap malam kami bermain gasing. Di Kecamatan Labuhan Haji ini saja ada puluhan kelompok begasingan. Kalau anak-anak sudah jarang yang main karena kalah dengan permainan di hape,” terang Junaidi, Senin (8/7).
Di Lotim permainan tradisional ini masih cukup eksis di tengah masyarakat. Kelompok-kelompok pemain gasing tersebar di semua kecamatan.
Selain hobi, permainan ini juga menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.
Hampir di semua desa memiliki arena begasingan. Tempat bertanding antar kelompok pemain dari berbagai desa. Arena itu dibuat khusus dari tanah dan semen, dibikin secara swadaya oleh kelompok.
Kata Junaidi, permainan gasing besar memiliki peraturan sendiri. Ada waktu permainan dan wasit sebagai pengadil.
Secara khusus, setiap kelompok berisikan lima pemain dan masing-masing harus mengenakan baju adat. Adapun ukuran gasingnya bervariasi. Paling kecil dengan diameter 12 inci, sementara yang besar bisa 23 inci.
”Kalau gasing biasa waktunya kan tidak diatur. Kapanpun kita berhenti bisa saja. Kalau ini waktunya 45 menit. Harus pakai baju adat. Semuanya punya poin sendiri,” terangnya.
Dirinya berharap permainan begasingan ini bisa dilestarikan pemerintah.
Salah satunya dengan menyiapkan arena begasingan dan mengadakan turnamen Begasingan tingkat Kabupaten.
”Paling tidak ada arena begasingan yang dibuatkan. Ini juga termasuk budaya yang harus kita jaga bersama,” tandasnya.
Ketua Panitia Turnamen Begasingan Qori’ Bayinaturrosi menambahkan, pra turnamen dilakukan untuk sosialisasi Turnamen Begasingan yang akan digelar pada 1-17 Agustus mendatang di Pantai Sunrise Land Lombok, Kecamatan Labuhan Haji.
”Juga sebagai ajang sparing untuk pecinta gasing,” terang Qori’.
Selain untuk peringatan HUT Kemerdekaan, turnamen dilakukan sebagai upaya mempertahankan budaya Begasingan di tengah masyarakat.
Khususnya di kalangan anak-anak. Mengingat permainan ini sudah mulai tergerus zaman. (par/r11)
Editor : Kimda Farida