Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nekat Mendaki Rinjani Secara Ilegal, Seorang WNA Asal Rusia Jatuh ke Jurang

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 4 Oktober 2024 | 18:53 WIB
DIEVAKUASI: Vladimir, 34 tahun asal Rusia ditandu petugas setelah jatuh di jalur ilegal menuju Gunung Rinjani.
DIEVAKUASI: Vladimir, 34 tahun asal Rusia ditandu petugas setelah jatuh di jalur ilegal menuju Gunung Rinjani.

LombokPost--Seorang Warga Negara Asing (WNA) atas nama Vladimir, 34 tahun asal Rusia, terjatuh ke Jurang Kali Mati saat hendak mendaki Gunung Rinjani melalui jalur ilegal.

Salah seorang guide, Bagas menceritakan sebelum melakukan pendakian, korban datang ke Balenta Kopi untuk makan siang.

Saat itu korban menanyakan harga paket pendakian ke Rinjani untuk dua hari satu malam.

“Saat itu saya tawarkan Rp 1,9 juta, tetapi korban bilang itu terlalu mahal. Dan korban bilang dia hanya punya uang Rp 1 juta. Makanya saya arahkan untuk mendaki ke Bukit Pegasingan,” beber Bagas, Jumat (4/10).

Setelah selesai makan, korban kembali menanyakan tempat menyewa perlengkapan pendakian dan diarahkan ke dua tempat yaitu ke Rinjani In dan Rinjani Ca.

Namun saat itu korban tidak mendapatkan perlengkapan mendaki.


Karena tidak dapat perlengkapan mendaki, korban akhirnya kembali untuk meminjam perlengkapan dengan alasan mendaki ke Bukit Pegasingan.

Vladimir akhirnya diberikan perlengkapan pendakian dan korban sempat diingatkan agar tidak menjadi pendaki ilegal.

“Korban kembali bertanya kepada salah satu pelayan di rumah makan atas nama Hanif, soal jalur Rinjani yang tidak dijaga. Korban kemudian dijelaskan bahwa jalur Rinjani dijaga ketat di pos II, kalau tidak melewati pos II risikonya mati karena ada jurang, “jelas Bagas.

Setelah mendapatkan perlengkapan pendakian, korban meminta bantuan kepada Hanif untuk diantar sampai batas kawasan.

Hanif kemudian mengantar korban ke gerbang batas kawasan menggunakan sepeda motor.

Namun sekitar pukul 20.49 Wita, korban kembali menghubungi Hanif melalui Instagram untuk meminta bantuan, karena korban terjatuh di tebing dekat pos II.

“Korban kemudian mengirimkan lokasi tempat dia terjatuh. Dan sekitar pukul 03.28 wita lokasi korban berhasil ditemukan oleh tim evakuasi,” katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nicolas Oesman menambahkan, menurut keterangan tim medis, kondisi korban saat ini mengalami kepala sebelah kanan retak, tulang ekor patah, badan bagian sebelah kanan patah, luka robek pada bagian kepala kanan dan pergelangan tangan kiri bengkak.

“Korban diduga terjatuh akibat menghindari penjagaan petugas TNGR Sembalun yang berjaga di Pos II. Dan korban tidak menguasai medan. Saat ini korban sudah dirujuk ke RSUD R Soedjono Selong untuk mendapatkan perawatan intensif,” pungkasnya.(par).

Editor : Kimda Farida
#Gunung Rinjani #pendaki jatuh