LombokPost--Dua tenaga kesehatan (nakes) dan satu kader posyandu teladan mendapatkan hadiah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas inovasi yang telah dilakukan.
Hadiahnya berupa naik haji untuk nakes dan satu sepeda motor bagi kader posyandu.
Dua nakes yang mendapatkan reward dari Kemenkes adalah Mardianti dari RSUD dr Raden Soedjono Selong atas inovasinya mengubah sampah organik di RSUD menjadi pupuk organik.
Kemudian Rosmiatun atas inovasinya menurunkan kasus infeksi pasca operasi caesar.
Terakhir, kader posyandu di Desa Rarang Nurullah Hidayati atas inovasinya membuat edukasi taman baca dan bermain di tempat posyandu.
”Hari ini kami turun langsung untuk menyerahkan hadiahnya, sekaligus melihat dampak dari inovasi yang mereka buat seperti apa,” terang salah satu anggota Tim Perlindungan dan Kesejahteraan Kemenkes RI Rame Manusia Verysanti, Senin, (14/10).
Kata dia, jumlah kader se-Indonesia yang mendapatkan hadiah sebanyak 38 kader dari 38 Provinsi.
Sementara untuk nakes teladan tercatat 170 orang, dua orang di antaranya asal Lotim.
Untuk hadiah kepada nakes teladan ini, selain naik haji, mereka juga diberikan pelatihan ke luar negeri.
Kadis Kesehatan Lotim H Patturrahman menyampaikan, pada 2023 lalu nakes Lotim juga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Dan tahun ini dua orang nakes asal Lotim kembali terpilih menjadi nakes teladan dan satu orang kader.
”Alhamdulillah mudah-mudahan hadiah yang diberikan ini bisa bermanfaat, terutama untuk kadernya. Mudah-mudahan bisa memudahkan kerja-kerjanya,” terangnya.
Kata dia, dengan adanya regulasi yang baru, perkembangan posyandu menggunakan enam SPM.
Bukan hanya mengenai kesehatan saja, namun juga menyangkut air bersih, sosial dan beberapa aspek kehidupan masyarakat lainnya.
Posyandu saat ini menjadi salah satu perhatian dan fokus dari Kemenkes.
Sebab Posyandu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
”Saat ini posyandu sudah kami lengkapi dengan alat penimbang dan pengukuran badan. Kita menjadi kabupaten pertama yang lengkap memiliki alat itu di NTB,” jelasnya.
Menurutnya alat ini sangat penting di Posyandu untuk mendapatkan data pengukuran dan penimbangan badan yang akurat.
Sehingga data perkembangan sasaran didapatkan secara akurat dan valid. (par/r11)
Editor : Kimda Farida