LombokPost-Daun seli tembakau mendadak jadi rebutan.
Bahkan orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terjun di dunia bisnis tembakau, kini mencoba peruntungan melalui dari daun seli tembakau. Berikut ulasannya.
---------------------
Pagi masih sangat gelap, tapi sekelompok ibu-ibu sudah berada di tengah sawah yang dipenuhi tanaman tembakau.
Terlihat tanaman tembakau tersebut sudah habis dipanen.
Hanya menyisakan daun seli yang cukup banyak di setiap batang tembakau.
Daun seli merupakan daun kecil yang tumbuh di batang tembakau setelah panen daun pertama selesai.
Setiap tanaman tembakau yang selesai dipanen, saat ini tidak lagi langsung dicabut.
Petani akan merawat kembali dan diberikan Penyawek (Penanda, red) menggunakan kantong plastik bahwa daun seli tidak boleh dipanen sembarangan.
Salah seorang petani tembakau rajang asal Rumbuk Timur, Lombok Timur, Muhammad Nur menceritakan, sejak dua tahun terakhir ini, setelah daun tembakau rajang selesai ia akan keliling mencari daun seli untuk dirajang kembali.
”Rata-rata petani yang sudah selesai panen, daun selinya dirawat kemudian dijual lagi untuk dirajang. Kalau dulu tidak ada orang mau beli. Jangankan mau beli, dikasih saja tidak ada yang mau,” terangnya.
Kata dia, semakin bagus kualitas daun seli harganya bisa semakin mahal.
Daun seli biasanya dibeli Borongan, dengan harga mulai bisa lebih dari Rp 1,5 juta per kuintal.
Bulan lalu, harga daun seli yang sudah dirajang tembus di angka Rp 2,8 juta sampai Rp 3 juta per kuintal.
Harga ini diakui cukup tinggi. Sehingga hal ini membuat banyak yang tertarik untuk terjun ke bisnis ini.
”Banyak sekarang yang ikut bisnis ini. Kalau tahun lalu yang beli daun seli hanya kami-kami sesama petani tembakau rajang saja,” katanya.
Menurutnya, bisnis daun seli tidak membutuhkan modal cukup besar dan proses yang lama, seperti tanaman tembakau pada umumnya.
Karena tidak perlu ditanam dari awal dan membutuhkan perawatan ekstra.
Dari segi harga diakui memang jauh lebih murah dari harga daun tembakau biasa atau daun pertama.
Misalnya, harga tembakau virgina tertinggi tahun ini mencapai Rp 7 juta per kuintal untuk kualitas super. Sementara untuk kelas paling bawah antara Rp 3,5 sampai Rp 4 juta.
Namun, sejak dua minggu terakhir, harga daun seli mulai turun. Harga daun seli kering saat ini dijual Rp 1,5 juta sampai Rp 1,8 juta per kuintal.
Jauh lebih murah dibandingkan dengan tahun lalu, yang bisa mencapai Rp 2,5 juta per kuintal.
Turunnya harga daun seli dikarenakan stoknya terlalu banyak.
Banyaknya masyarakat yang terjun ke bisnis ini jadi sebabnya.
Ditambah lagi dengan tibanya musim hujan, mengakibatkan kualitas tembakau menurun.
Nur menerangkan, proses produksi daun seli dinilai lebih simpel daripada tembakau rajang.
Daun seli bisa dijemur menggunakan jaring atau di lantai.
Tidak perlu menggunakan kelabang atau alat khusus menjemur tembakau.
Pengemasannya juga cukup dengan dimasukkan ke kantong plastik.
Daun seli yang sudah jadi, akan dijual ke pengepul untuk dikirim ke Jawa. (Supardi/r11)
Editor : Kimda Farida