LombokPost-Para pelaku usaha konveksi di Dusun Selagik Selatan, Desa Selagik, Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim) membutuhkan perhatian pemerintah. ”Tidak pernah ada bantuan, semua mesin kami beli sendiri,” terang Nasrudin, salah satu pelaku usaha konveksi, Kamis (14/11).
Disebutkan, sebagian besar masyarakat di Dusun Selagik Selatan merupakan pengusaha konveksi. Turun temurun dilakukan masyarakat. Namun, sebagian besar masih menggunakan mesin jahit manual.
Nasrudin mengatakan, beberapa tahun lalu sempat ada bantuan mesin jahit ke desanya. Hanya saja, yang mendapat hanya segelintir orang. ”Kebanyakan dari kami itu hanya produksi saja, dibawakan kain, kami buatkan baju. Jarang yang langsung jual ke pasar,” katanya.
Rata-rata baju yang dibuat merupakan baju seragam sekolah. Ongkos pembuatan baju seragam ini beragam. Misalnya untuk seragam sekolah TK sampai SD biayanya Rp 5 ribu per satu baju. Sedangkan baju seragam sekolah SMP dan SMA mulai dari Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per baju. Sedangkan untuk baju seragam kantor mulai dari Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per baju.
Penjahit lainnya, Rozali menambahkan di Dusun Selagik Selatan saja, sekitar 90 persen warga menggantungkan hidupnya dari hasil menjahit. Dari ratusan pelaku konveksi ini lebih banyak dari kalangan ibu-ibu dan yang menggunakan mesin seadanya. Bahkan banyak juga yang tidak layak.
”Sebagian besar usaha masyarakat tidak terlepas dari konveksi. Ada yang sebagai tukang jahit dan ada yang jual ke pasar dan pengecer,” katanya.
Dari sisi SDM, para pelaku konveksi ini sudah sangat profesional. Hasil jahitannya cukup bagus dan berkualitas. Berbagai model baju maupun busana bisa diproduksi.
Hanya saja, mereka terkendala modal dan akses ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan atau kebijakan yang mendukung usaha. ”Mudah-mudahan bupati terpilih nanti bisa memperhatikan para pelaku konveksi ini,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Akbar Sirinawa