Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Khawatir Rusak Lingkungan, Lokasi Pendulangan Emas di Desa Kilang Lombok Timur Ditutup

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 26 November 2024 | 19:39 WIB
BERBURU EMAS: Sejumlah masyarakat saat mendulang emas di Sungai Dusun Pulo Sari, Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur yang sempat viral.
BERBURU EMAS: Sejumlah masyarakat saat mendulang emas di Sungai Dusun Pulo Sari, Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur yang sempat viral.

LombokPost--Lokasi penemuan emas di Sungai Dusun Pulo Sari, Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur (Lotim) kini ditutup oleh pemerintah desa setempat.

Hal ini dilakukan setelah satu bulan terakhir lokasi tersebut menggemparkan warga Kilang dan sekitarnya. 

“Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, lokasi pendulangan emas itu sudah kami tutup dengan berbagai pertimbangan,” terang Pj Kades Kilang Rusdini Hariamin, Selasa (26/11). 

Kata dia, penutupan itu dilakukan sejak, Senin (25/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Keputusan ini dilakukan demi melindungi lingkungan serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam desa.

Menurutnya jika aktivitas tersebut dibiarkan tanpa pengawasan, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang cukup besar.

Sehingga pihaknya memutuskan untuk menutup lokasi tersebut.

“Sejak adanya pendulangan itu, lokasi itu tidak pernah sepi oleh masyarakat siang dan malam,” ujarnya.

Rusdini menuturkan, penemuan lokasi pendulangan emas itu berawal dari adanya warga dari luar desa kilang yang bermimpi, bahwa di sungai tersebut dipenuhi emas.

Tidak lama kemudian orang tersebut kemudian mendatangi tempat itu dan mengikuti petunjuk dari mimpi. 

Benar saja, setalah menemukan lokasi itu dan menggali ia menemukan emas.

Baca Juga: Semarak Peringatan HGN 2024 di MAN Lobar, Guru dan TU Berdedikasi Diberi Apresiasi

Sontak kabar itu tersebar ke masyarakat sehingga membuat sejumlah orang di Kilang dan desa-desa yang lain berbondong-bondong mendatangi tempat itu untuk mencari emas. 

“Dalam mimpinya, warga tersebut diberi petunjuk bahwa terdapat emas di aliran sungai itu. Tidak lama setelah itu, warga mulai berdatangan untuk mencari dan benar banyak yang dapat,” bebernya. 

Disebutkan, emas yang di temukan berupa pecahan barang peninggalan, berbentuk seperti serpihan atau potongan barang jadi. Mulai yang berukuran kecil hingga yang cukup bernilai.

Hal ini semakin menarik perhatian masyarakat, sehingga masyarakat berdatangan untuk mendulang emas, menggunakan alat sederhana. 

Bahkan masyarakat mendulang emas hingga larut malam.

Aktivitas ini tidak hanya dilakukan oleh warga lokal saja, namun juga masyarakat dari desa-desa lain.

Hal ini yang semakin mengkhawatirkan terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih besar. 

“Apalagi saat ini air sungai sedang deras. Maka kita khawatirkan ada hal-hal yang terjadi pada masyarakat. Untuk itu setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak kita putuskan untuk ditutup,” Tandasnya. (par)

Editor : Kimda Farida
#pendulangan emas Lombok Timur