Menteri P2MI Tinjau Makan Bergizi Gratis untuk Anak PMI: Anggaran Terbatas, Jangan Sampai Bocor

Supardi/Bapak Qila • Dipublikasikan Jumat, 13 Desember 2024 | 23:08 WIB

 

TINJAU: Menteri Pelindungan Pekerja migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding (tengah) saat mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah NW Jenggik Utara. Lotim.
TINJAU: Menteri Pelindungan Pekerja migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding (tengah) saat mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah NW Jenggik Utara. Lotim.
 

LombokPost-Menteri Pelindungan Pekerja migran Indonesia (P2MI)/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding memantau proses program makan bergizi gratis, Kamis (12/12).

Alhamdulillah programnya sudah berjalan dengan baik, tapi perlu ditingkatkan lagi,” terang Abdul Kadir Karding.

Jumlah sasaran makan bergizi gratis di Desa Jenggik Utara sebanyak 500 orang anak.

Sebagian besar sasaran ini merupakan anak-anak dari purna PMI maupun PMI aktif maupun pekerja migran Indonesia (PMI).

Untuk menyukseskan program makan bergizi gratis ini, dirinya meminta pemdes harus memiliki tim yang kuat. Untuk memastikan kualitas makanan, ketercukupan gizi dan rasanya yang enak.

”Kami juga minta tolong karena anggarannya dalam satu item itu sangat terbatas, tolong betul-betul diamankan dan diperhatikan agar tidak ada yang bocor,” sebutnya.

Kondisi Desa Jenggik Utara yang menjadi salah satu kantong PMI menjadi catatan bagi Kementerian P2MI.

Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai model pemberdayaan bagi masyarakat Desa Jenggik Utara, terutama bagi purna PMI maupun yang aktif.

Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan pembuatan rumah edukasi dan memberikan soft skill kepada masyarakat.

Terkait hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Gubernur NTB.

”Nanti kita akan bekerja sama dengan kementerian yang lain. Untuk model pemberdayaan ini supaya lebih menyeluruh dan lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jenggik Utara Saprin mengapresiasi kunjungan Menteri P2MI. Apalagi ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan kementerian dan langsung melihat progress program makan bergizi gratis.

”Yang mendapatkan program ini semuanya anak PMI. Untuk tahap awal ini khusus untuk SD/MI saja. Mungkin nanti bisa menyasar SMP,” ungkapnya.

Kuota yang didapatkan Desa Jenggik Utara ini diakui belum bisa mengjangkau semua anak PMI, mengingat jumlah anak PMI mencapai 700 orang lebih. Dari sebanyak 363 orang PMI yang ada di luar negeri yang berangkat secara resmi. 

Pihaknya siap mendukung dan menyukseskan berbagai program dari pemerintah pusat. Terutama program-program yang berkaitan dengan keluarga PMI, seperti program makan bergizi gratis ini. 

”Kami akan usahakan bagaimana agar anak-anak PMI kita di Jenggik Utara ini bisa aman, nyaman dan terpenuhi gizinya,” tutupnya. (par/r11)

Editor : Marthadi
Sumber : Lombok Post
Indonesia PMI Purna kualitas Pemberdayaan migran Pekerja makanan