LombokPost-Bocah perempuan Asila Ausy, asal Desa Dane Rase, Lombok Timur belum ditemukan hingga pencarian pada hari kedua, Selasa (17/12).
”Pencarian terus kami lakukan, tapi belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” kata Rescuer Pos SAR Kayangan I Gusti Komang Ariadana, Selasa (17/12).
Asila diketahui hilang setelah hanyut terseret aliran irigasi saat hujan lebat pada Senin (16/12).
Hingga kemarin, Basarnas bersama TNI dan Polri serta warga melakukan pencarian.
Menyisir saluran irigasi, di tempat korban terjatuh, di muara Dusun Telage Bagek, Desa Ketapang Raya.
Gusti menyebut sejak mendapatkan laporan, pihaknya bersama pihak terkait langsung turun melakukan pencarian dari lokasi korban terjatuh.
Kemudian menyisir irigasi hingga ke muara di Desa Ketapang Raya.
Untuk memaksimalkan pencarian, tim akan kembali turun melakukan pencarian, dengan menyisir aliran sungai menuju titik awal di mana korban pertama kali hanyut.
Sebelum dilakukan pencarian ke laut.
”Siapa tahu ada tempat yang belum kami sisir,” imbuhnya.
Banyaknya tumpukan sampah dan rimbunnya semak belukar di sepanjang sungai maupun irigasi menjadi kendala dalam pencarian korban.
Ditambah adanya reptil yang cukup berbahaya juga sempat mengganggu proses pencarian.
Jika pencarian hari kedua tidak membuahkan hasil.
Pencarian akan dilanjutkan ke perairan Desa Tanjung Luar dan sekitarnya di hari ketiga dan selanjutnya.
Terpisah, teman korban MA, 11 tahun, menceritakan kejadian itu bermula saat dirinya dan korban sedang bermain hujan di dekat saluran irigasi.
Di mana saat itu kondisi air irigasi cukup deras.
”Kami saat itu main mancing-mancingan, waktu itu korban duduk di pinggir irigasi sambil mencuci kaki. Tiba-tiba korban terjatuh dan hanyut," jelasnya.
Ia sempat menolong korban dengan menarik tangannya. Tapi derasnya air irigasi membuat tangan korban terlepas.
Dirinya juga sempat mengejar korban dan turun ke parit mengadang korban. Namun korban tidak kunjung ditemukan.
Ia juga sempat berteriak meminta tolong di warga sekitar.
Namun tak ada yang mendengar karena derasnya hujan. Ia kemudian memutuskan pulang untuk memberitahu keluarga korban.
”Saya teriak sekuat tenaga minta tolong tetapi tidak ada yang dengar, saat itu hanya kami berdua yang bermain hujan tidak ada orang di luar,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida