Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus DBD Menurun, Lombok Timur Gencarkan PSN di Masyarakat

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 4 Januari 2025 | 20:13 WIB

 

Lalu Badri
Lalu Badri

LombokPost-Untuk mengantisipasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Puskesmas Sakra mengedepankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mencegah kemunculan kasus DBD.

"Kemudian edukasi ke masyarakat melalui posyandu. Langkah-langkah ini sebenarnya lebih efektif untuk pencegahan,” terang Kepala Puskesmas Sakra Lalu Badri, Jumat (3/1).

Kata dia, langkah antisipasi menggunakan PSN dapat memberantas jentik nyamuk. Dengan begitu nyamuk tidak akan berkembang biak.

Kendati demikian, fogging juga dinilai tetap penting dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa.

Pencegahan DBD dengan PSN dinilai cukup mudah dan bisa dilakukan masyarakat secara mandiri, tanpa harus melibatkan tenaga kesehatan. Dengan cara menguras, mengubur dan menutup tempat-tempat air.

"Kita minta masyarakat membersihkan lingkungan sekitar,” katanya.

Sepanjang 2024 lalu, DBD di Kecamatan Sakra hanya 20 kasus aktif ditemukan.

Namun kasus reaktif yang ditemukan juga cukup banyak.

Daerah-daerah yang rawan berada di Desa Sakra, Desa Sakra Selatan, dan Desa Suangi.

Kasus DBD di Kecamatan Sakra banyak ditemukan pada saat musim panas.

Hal ini disebabkan banyaknya tempat-tempat penampungan air yang luput dari perhatian. Seperti gentong, pakan burung merpati, bak mandi dan tempat-tempat lainnya.

"Makanya PSN ini merupakan langkah efektif mencegah DBD, dengan melakukan tiga M itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lotim Budiman Satriadi menambahkan, kasus DBD di Lotim setiap tahun menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Pada 2022, tercatat sebanyak 729 kasus DBD di Lotim, sementara pada 2023 jumlahnya menurun menjadi 428 kasus. Kemudian pada 2024 kembali turun menjadi 348 kasus.

"Pada musim hujan ini kami terus melakukan pemantauan, karena musim ini berpotensi meningkatkan kasus,” ujarnya. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#Kasus #DBD #nyamuk #Demam Berdarah #efektif #Puskesmas #Kemunculan #mencegah #langkah