Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Derita Petani Nanas Desa Lendang Nangka Utara di Musim Hujan, Harga Anjlok Hingga Buah Membusuk di Kebun

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 7 Januari 2025 | 17:50 WIB

 

HABIS PANEN: Buruh nanas di Dusun Gawah Malang, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik saat mengikat buah nanas yang baru saja selesai di panen sebelum dipasarkan.
HABIS PANEN: Buruh nanas di Dusun Gawah Malang, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik saat mengikat buah nanas yang baru saja selesai di panen sebelum dipasarkan.
 

Musim hujan saat ini mengakibatkan harga nanas di Lombok Timur (Lotim) menurun drastis.

Tidak hanya mengalami penurunan, namun banyak buah nanas petani yang rusak di kebun. Seperti yang terjadi di Dusun Gawang Malang, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.

-------------------------

Halaman rumah yang dibuat menyerupai garasi mobil itu dipenuhi dengan buah nanas segar.

Ada yang sudah matang dan beberapa buah nanas juga masih hijau. Buah-buah nanas itu cukup besar, namun beberapa terlihat rusak dan membusuk.

Petani sekaligus penjual nanas asal Desa Lendang Nangka Utara Abdul Aziz menceritakan harga nanas beberapa minggu terakhir anjlok.

Ini disebabkan stok nanas yang melimpah, sementara permintaan berkurang. Bahkan pengiriman ke luar daerah juga sudah jarang.

”Kalau sudah ada buah nanas yang matang, apa lagi matangnya di kebun itu pertanda nanas sudah banjir dan harganya pasti murah,” terangnya, Senin (6/1).

Anjloknya harga nanas juga dikarenakan musim hujan dan sudah mulai musim buah yang lain. Seperti rambutan maupun durian. Sehingga buah nanas kurang diminati pembeli.

Harga nanas saat ini untuk kelas 1 atau kelas super yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 4 ribu-Rp 5 ribu per buah, kini paling mahal Rp 2 ribu.

Untuk nanas kelas 2 sebelumnya dijual dengan harga Rp 10 ribu per 6-8 buah, kini dengan harga yang sama bisa mendapatkan hingga 10 buah.

Sementara untuk nanas dengan ukuran paling kecil sebelumnya dijual 25-30 buah per Rp 10 ribu saat ini dijual hingga 70 buah per Rp 10 ribu.

Selain harga yang anjlok, buah nanas juga banyak yang rusak, bahkan busuk di kebun karena telat dipanen.

Buah nanas yang rusak ini  hampir sebagian besar merupakan nanas dengan kelas super.

Aziz mengatakan, biasanya nanas-nanas ini dikirim setiap hari ke Lombok Barat (Lobar), Mataram, Lombok Tengah (Loteng), Bali dan beberapa kabupaten lain. ”Bisa setiap hari, tapi sekarang dalam dua minggu saja, baru satu kali saya kirim ke Mataram,” ungkapnya. (Supardi/r11)

Editor : Kimda Farida
#harga #Petani #daerah #anjlok #Lotim #nanas #Hujan #Lombok #busuk #rusak #membusuk