LombokPost-Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sembalun saat ini telah memasuki uji coba terakhir sebelum resmi beroperasi.
Uji coba dilakukan untuk memastikan semua jaringan berfungsi dengan baik dan tidak ada lagi kebocoran pada jaringan perpipaan.
”SPAM ini menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat di Sembalun dan mendukung keberlangsungan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” terang Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim Moh Rozikin, Kamis (9/1).
Disebutkan pembangunan fisik proyek tersebut sudah rampung.
Namun terdapat beberapa kebocoran pada sistem jaringan, sehingga membutuhkan perbaikan. Proses uji coba diakui saat ini juga sudah hampir selesai.
Setelah semua jaringan dan dinyatakan siap, baru kemudian dilakukan serah terima dari pemerintah pusat kepada Pemkab Lotim.
Melalui uji coba ini, pihaknya ingin memastikan air mengalir dengan lancar ke masyarakat, tanpa ada gangguan atau kebocoran.
Pihaknya juga tidak ingin proyek tersebut diserahkan secara tergesa-gesa, sebelum memastikan tidak ada lagi masalah yang ditemukan.
”Kita utamakan kualitas, karena jika airnya tidak bisa mengalir dengan baik, percuma saja jaringan yang sudah bagus kita buat,” katanya.
SPAM Sembalun diproyeksikan akan mengairi tidak kurang dari 10.000 rumah tangga.
Diharapkan masyarakat Sembalun segera menikmati air bersih yang selama ini dinantikan.
Proyek ini akan menjadi bukti nyata dan komitmen Pemkab Lotim dan pemerintah pusat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih yang lebih baik.
”Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan besar kepada masyarakat. SPAM Sembalun akan menjadi contoh keberhasilan distribusi air bersih di daerah terpencil,” harapnya.
Terpisah, Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik optimis SPAM Sembalun dapat diresmikan dalam waktu dekat ini.
Bahkan sebelum pelantikan bupati terpilih, pengujian dapat selesai dan air sudah bisa mengalir ke masyarakat Sembalun.
”Proyek ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Kata dia, Pemkab Lotim telah meminta pihak ketiga untuk menyelesaikan perbaikan pipa di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Namun, permasalahan utama yang dihadapi medannya cukup terjal, yang mengharuskan penggunaan alat khusus untuk memastikan pipa dapat terpasang dengan aman.
Pengoperasian SPAM Sembalun sebelumnya dijadwalkan akhir 2024 lalu.
Namun karena terdapat kebocoran pada pipa, peresmian ditunda. Hingga masalah kebocoran pipa teratasi.
”Demi memastikan kualitas layanan yang optimal, peresmian SPAM ditunda hingga masalah kebocoran pipa teratasi sepenuhnya,” pungkasnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida