LombokPost-Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Sikur pada kamis (10/1) sejak siang hingga sore hari, mengakibatkan tiga unit rumah warga di Dusun Kembang Mekar, Desa Kembang Kuning nyaris ambruk akibat longsor.
”Yang terdampak tiga unit rumah, yang parah dua unit. Rata-rata kerusakan pada tembok pagar rumah,” terang Kepala Dusun (Kadus) Kembang Mekar, Kecamatan Sikur Lalu Hamdan, Jumat (10/1).
Diceritakan kejadian tersebut bermula ketika hujan lebat yang terjadi sejak pukul 13.00 Wita-16.30 Wita. Kemudian talut dan tanah yang ada di samping rumah warga tiba-tiba longsor, membuat pagar rumah warga ikut tergerus dan rumah warga nyaris ikut ambruk.
Akibat tanah longsor tersebut jalan utama ke objek wisata sarang walet juga tidak bisa dilalui, karena banyaknya tumpukan material tembok pagar rumah warga dan tanah yang memenuhi jalan.
“Material longsor sempat kami bersihkan menggunakan alat seadanya, namun tidak efektif. Sehingga harus menggunakan alat berat. Material longsor juga cukup berat,” imbuhnya.
Kata dia, ketinggian tanah yang longsor sekitar 11-12 meter. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun total kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta, dari tiga rumah terdampak.
Sejauh ini Pemdes setempat juga telah meminta semua pemilik rumah untuk tidak tinggal di dalam rumah sementara waktu, sampai dengan tanah longsor tersebut diperbaiki. Karena dikhawatirkan longsor kembali terjadi. Mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini.
Sementara, salah seorang pemilik Suraini menyampaikan hujan yang berlangsung lama dan cukup lebat mengakibatkan talut yang ada di samping rumah warga ambruk dan merembes ke bangunan yang lain. Mengingat kondisi tanah merupakan tanah berpasir yang mudah longsor.
”Kejadiannya sekitar pukul 13:00 Wita, saat itu sedang hujan lebat. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan suara reruntuhan. Setelah dicek ternyata tanah longsor dan pagar rumah yang di samping ikut ambruk,” bebernya. (par/r11)
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Lombok Post