LombokPost-Badan Urusan Logistik (Bulog) Lombok Timur (Lotim) menargetkan pada panen raya tahun ini, gabah petani yang akan terserap sebanyak 34.300 ton gabah kering panen (GKP). Bahkan Bulog Lotim juga telah bekerja sama dengan 20 mitra penggilingan padi (MPP) di Lotim untuk menyerap gabah dan beras dari petani. “Kita sudah bekerja sama dengan 20 MPP di Lotim untuk menyerap gabah petani pada panen raya ini. Bahkan kita sudah mulai sejak beberapa hari lalu,” terang Kepala Cabang Bulog Lotim Supermansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/2).
Kata dia, sejak awal tahun lalu Bulog Lotim sudah menyerap GKP petani sebanyak 951 ton setara beras. Dan MPP mitra Bulog juga sudah mulai memasok beras ke gudang Bulog. Pada panen raya ini Bulog menargetkan per hari GKP yang terserap sebanyak 27 ton setara beras.
Adapun untuk harga pembelian pemerintah (HPP) pada panen tahun ini Rp 6.500 per kilogram. Sedangkan untuk pembelian beras dari MPP Rp 12.000 per kilogram. Untuk menstabilkan harga dan mengantisipasi adanya permainan di lapangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas perdagangan Lotim, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Lotim. “Kita akan gencarkan sosialisasi ke tingkat petani bahwa HPP kita tahun ini sebesar Rp 6.500,” katanya.
Disebutkan, tahun ini pemerintah juga telah menghentikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) sementara waktu. Penghentian ini dilakukan agar gabah-gabah petani terserap saat panen raya mendatang.
Mengantisipasi terjadinya lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan puasa, pihaknya terus melakukan operasi pasar murah ke pasar-pasar tradisional dan desa. Jumlah beras yang disiapkan 2-3 ton dalam sekali operasi pasar. “Selain beras kita juga menyiapkan gula dan minyak. InsyaAllah pada puasa mendatang haraga bahan pokok akan tetap stabil,” tandasnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Lotim Lalu Fathul Kasturi menyampaikan target areal tanam padi di Lotim, Oktober 2024-September 2025 mencapai 60.885 hektare. Dengan estimasi produktivitas lahan rata-rata 5,65 ton per hektare. “Memang secara rata-rata produksi kita 5,65 ton per hektare. Tetapi kalau secara spesifik ada yang sampai 9 ton. Tergantung kondisi lahan kita,” terangnya
Melihat luas areal tanam padi tahun ini, ia meyakini hasil produksi gabah Lotim akan meningkat cukup signifikan. Lotim bisa memproduksi gabah sebanyak 344 ribu ton. (par/r6)
Editor : Rury Anjas Andita