Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lotim Klaim Bidang Kesehatan Alami Kemajuan Signifikan

nur cahaya • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:00 WIB

 

H M JUAINI TAOFIK
H M JUAINI TAOFIK
 

LombokPost-Pembangunan kesehatan di Lombok Timur (Lotim) diklaim menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Terutama dalam pencegahan penyakit, peningkatan mutu layanan kesehatan, pengendalian penduduk, dan penanggulangan stunting.

“Kemajuan ini tidak terlepas dari sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak,” terang Penjabat (Pj) Bupati Lotim HM Juaini Taofik, Senin (17/2).

Ia menjelaskan Pemkab Lotim akan terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif atau pencegahan.

Terutama melakukan deteksi dini penyakit akan menjadi fokus utama untuk penanganan yang lebih cepat dan efisien dan mengurangi beban biaya kesehatan.

Disebutkan, 35 puskesmas telah menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, dengan hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK).

Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong juga terus meningkatkan mutu layanan.

“Berdasarkan data Total Fertility Rate (TFR) tahun 2024 , angka kelahiran di Lotim juga sangat rendah yaitu 2,42. Tentu ini merupakan salah satu keberhasilan dari program pendewasaan usia perkawinan. Dengan menurunnya angka pernikahan perempuan di bawah usia 20 tahun dan meningkatnya kepesertaan KB,” ujarannya.

Selain itu, ia juga menyebut upaya penanggulangan stunting di Lotim tahun 2024 juga telah menunjukkan hasil positif.

Hal itu terlihat dari menurunnya angka stunting di Lotim yang sebelumnya 16,18 persen di tahun 2023, menjadi 15,91 persen pada tahun 2024.

Penurunan ini salah satunya berkat adanya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program Genting ini dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat, dan tidak stunting.

Adapun target Genting tahun ini sebanyak 11.868 orang, dengan total sasaran 24.551 orang.

Dengan melibatkan berbagai pihak seperti OPD, NGO, Mitra, Perguruan Tinggi, BUMN, BUMD, dan masyarakat.

“Kemudian perlindungan perempuan dan anak merupakan salah satu urusan wajib pemerintah yang diwujudkan melalui Dinas Kesehatan, RSUD dan DP3AKB. Dengan meningkatkan layanan kesehatan yang responsif gender, penanggulangan stunting, serta program-program perlindungan anak,” katanya. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#Beban Biaya #perlindungan #Kesehatan #pengendalian #layanan #Lotim #Stunting