LombokPost-Badan Urusan Logistik (Bulog) Lombok Timur (Lotim) sejak (5/2) kembali menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), setelah di hentikan beberapa bulan lalu. Keberadaan beras SPHP ini diharapkan dapat menstabilkan harga beras selama Ramadan. “Beras-beras ini akan kita sebar melalui mitra-mitra kita atau rumah pangan kita (RPK) dan juga PT POS,” terang Kepala Bulog Cabang Lotim Supermansyah, Kamis (6/3).
Sejauh ini stok beras SPHP yang ada di gudang Bulog sebanyak 12 ribu ton dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram. Ketersediaan beras SPHP ini diharapkan membantu masyarakat dan bisa mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang Idul Fitri mendatang.
Untuk operasi pasar murah ke pasar-pasar atau ke desa-desa belum bisa dilakukan saat ini. Tapi dilakukan melalui kios-kios RPK dan PT POS. Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Lotim terkait operasi pasar murah ke desa-desa. “Jumlah RPK kita di Lotim sebanyak 150 kios,” ungkapnya.
Baca Juga: Kenaikan Harga Cabai Harus Untungkan Petani, Bukan Hanya Spekulan
Selain itu, saat ini Bulog Lotim juga tengah melakukan pengadaan gabah petani. Hingga saat ini jumlah gabah petani yang sudah terserap sebanyak 1.700 ton setara beras. Penyerapan gabah petani dengan melibatkan kelompok tani, TNI, perdagangan.
Ditargetkan pada bulan April atau pada saat panen raya mendatang gabah petani yang terserap 35.500 ton. Dengan harga Rp 6.500 per kilogram.
Sementara untuk jagung, Bulog Lotim tetap menyiapkan penyerapan. Kendati saat ini di gudang Bulog sendiri masih terdapat stok jagung sekitar 450 ton jagung. “Kalau jagung harganya Rp 5.500 per kilogram. Untuk penyerapan jagung ini kita bekerja sama dengan Polri. Jadi Insyaallah tidak akan terjadi permainan harga oleh tengkulak. Pun dengan gabah,” katanya.
Harga Rp 5.500 untuk jagung ini diakui sudah cukup mahal. Karena selama ini harga tertinggi ialah Rp 4.700 per kilogram. Dengan harga dari pemerintah ini diyakini para petani akan meraup untung besar. (par/r6)
Editor : Akbar Sirinawa