Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelar Live Painting, Cara Komunitas Seni Waktu Mengangkat Seni Lukis di Lombok Timur

nur cahaya • Selasa, 8 April 2025 | 16:42 WIB

 

MELUKIS: Sejumlah pelukis dalam event live painting saat melukis Gunung Rinjani dari Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
MELUKIS: Sejumlah pelukis dalam event live painting saat melukis Gunung Rinjani dari Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
 

Komunitas Seni Waktu menggelar acara Live Painting bersama wakil bupati Lombok Timur (Lotim), di Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

Acara ini menjadi  langkah para pelukis di Lotim untuk mengangkat potensi seni lukis Lotim.

--------------------------

Puluhan anak-anak berbaris di jalan setapak di tengah persawahan.

Tangannya memegang sebuah kuas kecil, sementara di depannya sebuah kanvas berdiri dengan tegak.

Terlihat pandangan mereka bolak balik menghadap Gunung Rinjani yang menjulang tinggi dengan gagah dan indah di sebelah utara mereka.

Dari kejauhan puluhan seniman dan anak-anak itu mengamati dan merekam pemandangan Rinjani di kepala, kemudian diaplikasikan ke dalam lukisan.

Satu persatu cat warna mereka aplikasikan menjadi sebuah lukisan.

Puluhan pelukis itu tengah mengikuti event live painting.

Acara ini merupakan acara rutin dilakukan setiap tahun oleh komunitas seni waktu dengan slogan pelangi warna dari timur.

Pendiri Komunitas Seni Waktu Muhammad Zulpiandi mengatakan event ini bertujuan untuk membangun apresiasi sekaligus untuk mengedukasi seni lukis untuk anak-anak.

Khususnya yang ada di daerah-daerah pelosok. Selain melukis, acara juga  dilanjutkan dengan diskusi bersama wabup Lotim.

“Acara live painting ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya seni lukis. Melalui acara ini kami berusaha untuk mengangkat teman-teman pelukis Lotim,” terang Zulpiandi, Senin (7/4).

Disebutkan, peminat seni lukis di Lotim masih sangat minim.

Tujuan lain diadakannya live painting ini ialah untuk menyosialisasikan lukisan kepada masyarakat  luas.

Terutama lukisan yang bertema alam yang diambil langsung dari pemandangan alam sekitar.

“Seni lukis ini beda dengan foto, hasil kamera. Karena ada hal-hal yang tidak bisa di ambil. Dan melukis membutuhkan insting,” bebernya.

“Dengan adanya live painting ini, kami ingin masyarakat melihat langsung proses melukis di kanvas dengan objek nyata, bukan sekadar gambar digital. Selama ini, peminat live painting masih sedikit, tapi kami berharap kegiatan ini bisa membangkitkan kecintaan baru,” katanya. 

Melukis langsung di depan objek alam diakui memberikan tantangan tersendiri.

Para pelukis harus dapat menangkap momen, mengolah warna dan memahami objek secara langsung.

Hal itu diakui jauh berbeda dengan melukis dari foto. 

Dalam acara tersebut, para pelukis Lotim juga  memamerkan puluhan karya seni lukis dengan berbagai aliran.

Setiap lukisan membawa pesan unik yang ingin disampaikan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya mempertahankan eksistensi seniman lokal, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Lotim,” tutupnya.

Wakil Bupati Lotim HM Edwin Hadiwijaya sangat mengapresiasi dan mendukung acara tersebut.

Diharapkan acara serupa juga bisa dilakukan di tempat-tempat lain.

“Kehadiran pemerintah sangat penting dan dibutuhkan. Perupa-perupa ini kami harapkan tetap berkarya dan kamu harap karya-karya mereka bisa terserap di pasaran, ” pungkasnya. (SUPARDI/r6)

Editor : Kimda Farida
#digital #lukisan #Seni lukis #pemerintah #komunitas #Painting