LombokPost-Pada tahun 2024 lalu tunggakan iuran PDAM mencapai kisaran Rp 10-11 Miliar. Yang membuat miris, sebagian besar penunggak iuran PDAM ini malah berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari total ASN di Lotim sebanyak 11 ribu orang, 60 persen ASN yang menunggak iuran. “Akhir tahun Pemda telah melakukan pemutihan memberikan keringanan kepada pelanggan. Salah satunya penghapus denda. Kami harap tidak ada lagi pelanggan yang menunggak tahun ini,” terang Direktur PDAM Lotim Sopyan Hakim, Selasa (8/4).
Disebutkan bupati telah memberikan arahan terhadap para ASN yang menunggak iuran PDAM. Bahkan bupati juga akan memberikan sanksi kepada pelanggan PDAM dari kalangan ASN yang tidak taat membayar iuran.
Namun demikian, sejak awal 2025 ini, pendapatan PDAM Lotim mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai Rp 2-2,5 miliar per bulan. Sementara pada 2024 lalu pendapatan PDAM berkisar antara Rp 500-700 juta per bulan. “Total pendapatan kotor kita selama 2025 ini atau selama tiga bulan sekitar Rp 5-6 miliar,” imbuhnya.
Turut dijelaskan, jumlah pelanggan PDAM sebelum beroperasinya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pantai selatan sebanyak 29 ribu yang aktif. Kemudian dua ribu pelanggan dinyatakan tidak aktif. Hal ini dikarenakan banyaknya water meter pelanggan yang rusak dan debit air tidak bisa menjangkau lokasi pelanggan, karena debit air yang kecil. Sehingga kehadiran SPAM pantai selatan kembali mengaktifkan para pelanggan yang tidak aktif.
“Mudah-mudahan setelah beroperasinya SPAM pantai selatan ini semua pelanggan yang tidak aktif kembali bisa di-cover. Terutama yang tidak bisa terjangkau karena terkendala debit air. Karena debit air SPAM Pantai Selatan ini 100 liter per detik,” katanya.
Setalah beroperasinya SPAM pantai selatan, pelanggan PDAM bertambah sekitar 1.940 sambungan rumah (SR). Sehingga total pelanggan PDAM yang aktif saat ini mencapai 30 ribu SR.
Kapasitas SPAM pantai selatan sendiri mencapai 8.000 pelanggan. Pengoperasian SPAM pantai selatan beberapa pekan lalu sempat berhentikan. Dikarenakan terdapat kebocoran di sepanjang jaringan perpipaan utama. “Alhamdulillah sekarang sudah kembali dioperasikan. Semua kebocoran telah diperbaiki oleh PUPR,” katanya.
Jaringan perpipaan PDAM Lotim, terutama jaringan distribusi bersama (JDBE) diakui saat ini sudah cukup tua, rata-rata telah berusia tujuh tahun ke atas. Sementara maksimal setiap lima tahun, jaringan perpipaan harus dilakukan revitalisasi. “Untuk revitalisasi secara keseluruhan itu membutuhkan biaya besar. Dan tidak bisa dilakukan secara keseluruhan. Kalau jaringan distribusi utama (JDU) sudah sangat bagus. Jarang sekali terjadi kebocoran,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Prihadi Zoldic