LombokPost-Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Lotim membentuk Satuan tugas (Satgas) Pengamanan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Hal tersebut dalam rangka mengoptimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tambang galian C.
”Satgas ini khusus untuk MBLB,” terang Wakil Bupati Lotim H Edwin Hadi Wijaya.
Tugas satgas MBLB ini juga untuk melakukan pemantauan terhadap aktivitas para penambang.
Agar penambangan bisa berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, tidak mencemari lingkungan.
Satgas juga diharapkan dapat melakukan pendataan terhadap tambang-tambang di Lotim, yang berizin maupun tidak.
Sehingga ke depan tambang-tambang yang belum berizin bisa didorong untuk mengurus izinnya.
”Satgas ini akan melakukan sosialisasi kepada pemilik tambang, agar memiliki kesadaran dalam menghitung pajak sendiri dan membayar pajak sendiri. Karena ini sudah puluhan tahun dilakukan. Namun masih banyak penambang yang bandel,” katanya.
Kata dia, selama ini sanksi tegas sudah diberikan kepada pemilik tambang-tambang ilegal maupun tambang bandel yang membuang limbah secara sembarangan.
Namun izin tambang merupakan kewenangan provinsi. Karena itu dirinya berharap dengan pemimpin yang baru, masalah tambang di Lotim bisa diselesaikan.
Selama tiga bulan terakhir ini, capaian PAD dari sektor tambang diakui sangat minim, hanya 4 persen dari target.
Sementara potensi PAD dari MBLB cukup besar.
Sehingga keberadaan satgas ini diharapkan menggenjot mencapai PAD dan memenuhi target.
”Potensi PAD kita sangat besar dari MBLB ini. Kondisi batu dan pasir kita di Lotim terbaik. Di wilayah utara masih banyak yang belum tergali. Kami harap satgas ini bisa mengoptimalkan capaian PAD kita,” katanya.
Adapun satgas MBLB yang dibuat ini terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satpol-PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Lotim.
Para petugas diharapkan dapat menjaga adab dan tutur kata. Agar tidak terjadi gejolak di kalangan penambangan maupun masyarakat.
Ditekankan para petugas juga dapat menjaga kepercayaan dan integritas sehingga dapat menunjukkan hasil yang optimal.
Untuk itu, dirinya akan melakukan evaluasi dalam tiga hari mendatang untuk membenahi berbagai kemungkinan kondisi dan tantangan yang dihadapi.
”Silakan laporkan kondisi di lapangan yang dihadapi, agar dapat direspons dan disesuaikan dengan kondisi lapangan,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Kimda Farida