Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Ingkar, Janji Dikbud Lotim: 2025 Ini Tuntaskan 60 Sekolah Rusak Berat

nur cahaya • Rabu, 16 April 2025 | 22:05 WIB

 

RUSAK: Kondisi SDN 6 Batuyang yang rusak berat, kini menjadi prioritas untuk dibangun tahun 2025 ini. Senin (15/4).
RUSAK: Kondisi SDN 6 Batuyang yang rusak berat, kini menjadi prioritas untuk dibangun tahun 2025 ini. Senin (15/4).
 

LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) berjanji untuk menuntaskan 60 sekolah rusak berat dan sangat memprihatinkan tahun 2025 ini. Sekolah-sekolah tersebut sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. “Tahun ini kita diberikan anggaran sebesar Rp 16 miliar, untuk menangani sekolah-sekolah yang sangat parah ini,” terang Kepala Dikbud Lotim Izzuddin, Selasa (15/4).

Bahkan SDN 6 Batuyang yang ambruk beberapa hari lalu, juga masuk menjadi prioritas pertama untuk direnovasi tahun ini. Pihaknya sudah meminta agar proses pembangunan sekolah tersebut disegerakan.

Jumlah ruangan yang akan di bangun di SDN 6 Batuyang sendiri sebanyak enam lokal, dengan total anggaran yang disiapkan Rp 1 miliar lebih. “Termasuk TK di Kecamatan Terara yang masih numpang, tahun ini akan menjadi prioritas kita. Termasuk beberapa sekolah yang memang kondisinya cukup parah,” imbuh Izzuddin.

Photo
Photo

Dirinya telah mengajukan 107 sekolah kepada bupati Lotim untuk segera diperbaiki. Namun yang disetujui 60 sekolah untuk diperbaiki tahun ini dengan anggaran masing-masing Rp 700 juta.

Kata dia, dari data Dibidang Lotim sekolah yang kondisinya rusak  sebanyak 150 sekolah. Masing-masing sekolah jumlah ruangan yang rusak 3-4. “Yang sudah disetujui itu sekitar 60 sekolah. Itu nanti yang menjadi prioritas tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SDN 6 Batuyang Muksin menyebutkan tiga ruang belajar SDN 6 Batuyang Kecamatan Pringgabaya tiba-tiba roboh. Hal ini disebabkan oleh bangunan sekolah yang sudah termakan usia. “Sebelum libur lebaran ruangan tersebut masih digunakan belajar. Namun setelah masuk pada tanggal (8/4) lalu, terpaksa dikosongkan mengingat kondisi ruangan sangat berbahaya,” terangnya. (par/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#bupati #Parah #Sekolah #ruangan #Lotim #Dikbud #rusak