Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Timur Bergerak Atasi Inflasi, TPID dan Bidang Perekonomian Diminta Kerja Keras

nur cahaya • Jumat, 25 April 2025 | 10:50 WIB

 

RAOKOR: Sekda Lotim saat rapat koordinasi bersama tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengatasi terjadinya inflasi akibat kenaikan harga beberapa bahan pokok, Rabu (23/4).
RAOKOR: Sekda Lotim saat rapat koordinasi bersama tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengatasi terjadinya inflasi akibat kenaikan harga beberapa bahan pokok, Rabu (23/4).
 

LombokPost-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) melakukan respons cepat terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, dan gula pasir di pasaran. Patut diingat, jelang musim haji, permintaan bahan pokok cenderung meningkat. ”Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan kami harap untuk melakukan pemantauan ketat terhadap sejumlah bahan pokok sebagai upaya pengendalian harga,” pesan Sekda Lotim HM Juaini Taofik, Rabu (23/4).

Selain menekan pemantauan harga, ia juga meminta untuk melakukan sinkronisasi data harga antara Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data harga yang bersumber dari internal Pemkab Lotim harus seragam dan dilaporkan dengan mekanisme yang identik ke Bapanas. Sehingga data yang masuk ke Berpanas dengan yang dilaporkan statistik sama. ”Harus seragam,” tegasnya. 

Selain itu, data dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Dinas Perdagangan Lotim juga diharapkan disamakan dan divalidasi. Idealnya penggunaan satu sumber data harga dari dinas perdagangan, kemudian dilaporkan ke Bapanas.

Selain masalah data, TPID juga diminta untuk tidak gagal mengendalikan harga dan meminta kedisiplinan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi kenaikan harga. ”Silakan lakukan pemantauan terus, agar para pedagang tidak memanfaatkan momentum kenaikan harga beberapa bahan pokok,” ungkapnya.

Photo
Photo

Mengantisipasi terjadinya inflasi, Pemkab Lotim dalam waktu dekat akan kembali mengadakan operasi pasar. Rencana operasi pasar tersebut telah disepakati oleh TPID dan Champion Cabai, sebagai upaya cepat menekan harga di tingkat konsumen. ”Meskipun angka Indeks Harga Produsen (IPH) saat ini masih berada di kisaran empat, namun ini masih relatif baik dibandingkan pengalaman sebelumnya yang mencapai angka tujuh. Tapi kita harus tetap mewaspadainya,” tutupnya.

Kepala bidang Bahan Pokok dan penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Lotim Saiful Watan menambahkan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Seperti harga cabai, bawang, dan beras. Namun kenaikannya masih pada angka aman. ”Kenaikan harga ini bukan hal baru. Hampir setiap menjelang musim haji, permintaan terhadap beberapa komoditas cenderung meningkat tajam. Karena banyak masyarakat yang begawe (pesta, Red). Lonjakan harga paling terlihat pada tiga komoditas utama, yakni cabai rawit, bawang merah dan jeruk,” ujarnya 

Dirinya berharap masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar atau penimbunan. Disebutkan, berdasarkan hasil laporan harga (23/4) harga cabai merah keriting Rp 38.667 per kilogram. Kemudian harga cabai merah besar Rp 29.333 per kilogram. Cabai rawit merah Rp 65.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga beras medium Rp 11.600 per kilogram dan beras premium Rp 14.000 per kilogram. “Ketersediaan masih mencukupi, jadi kami harap masyarakat tidak panik. Harga  juga masih stabil,” tutupnya. (par/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#Ketahanan Pangan #BPS #tpid #Inflasi #Perekonomian #Bapanas