Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Toilet Puskesmas Selong Ternyata Siswi SMA

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 4 Mei 2025 | 09:10 WIB
Bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di dalam kamar mandi Puskesmas Selong pada Jumat (2/5) lalu.
Bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di dalam kamar mandi Puskesmas Selong pada Jumat (2/5) lalu.

LombokPost-Polres Lombok Timur (Lotim) berhasil mengungkap terduga pelaku pembuangan bayi perempuan di kamar mandi Puskesmas Selong, pada Jumat (2/5) lalu.

"Iya, terduga pelaku sudah ditemukan. Saat ini masih dalam proses penangan psikolog, dan menjalankan perawatan," terang Kasi Humas Polres Lotim, AKP Nicolas Osman saat dikonfirmasi, Minggu (4/5).

Penangkapan terduga orang tua bayi tersebut bermula dengan adanya video dari perawat dan rekaman CCTV Puskesmas Selong.

Setelah didatangi ke rumahnya dan memperlihatkan foto terduga pelaku.

Orang tua pelaku mengaku bahwa itu putrinya.

Terduga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Selong untuk dimintai keterangan.

Terduga pelaku inisial S merupakan warga Kecamatan Selong, yang saat ini baru menginjak usia 16 tahun dan masih duduk di bangku SMA.

Berdasarkan hasil interogasi, terduga pelaku mengaku bahwa bayi perempuan yang ditemukan di kamar mandi Puskesmas Selong itu anaknya.

"Terduga mengakui bahwa itu benar anaknya," imbuhnya.

Diceritakan, peristiwa itu bermula ketika S mengenal seorang pria berinisial A yang beralamat di Kecamatan Selong, pada bulan Maret 2024 lalu.

Kemudian pada akhir bulan Agustus mereka melakukan hubungan badan di salah satu tempat di Kecamatan Labuhan Haji.

Kejadian itu terus terjadi setiap bertemu.

Kemudian sekitar bulan September 2024, terduga pelaku tidak pernah datang bulan.

Kemudian A dan S melakukan cek kehamilan menggunakan alat tespek dan dinyatakan  positif. 

"Mereka sempat menggugurkan bayi itu dengn mengkonsumsi tablet sebanyak dua biji, kemudian menunggu selama 3 jam dengan tidak boleh makan dan minum agar bisa haid," bebernya.

Setelah mengonsumsi tablet tersebut, terduga pelaku kemudian haid.

Sehingga mengira bahwa bayi di perutnya sudah gugur.

Tapi berselang beberapa bulan, terduga pelaku merasa curiga, karena ingin makan-makanan yang aneh.

Saat itu S tiba-tiba merasa ada cairan yang membasahi selangkanganya dan ada benda yang keluar.

S kemudian meminta kepada orang tuanya untuk mengantarnya ke toilet.

Dan tidak lama kemudian bayi tersebut keluar.

Terduga pelaku juga sempat meminta orang tuanya untuk meminjam gunting perawat untuk memotong pusar bayi, kemudian ditutup menggunakan penutup ember yang ada di toilet tanpa menggunkan pakaian.

"Setelah itu, S keluar ke tempat ruang pemeriksaan, bahkan sempat disuntik di lengan kanan dan kiri oleh perawat, kemudian pulang ke rumahnya," tutupnya. (par)

 

Editor : Kimda Farida
#Penemuan Bayi #Polres Lotim