Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Rina Marwati Tingkatkan Minat Baca Dengan Jejerkan Buku di Teras Rumah, Lahirkan Bale Baca Hasanah

nur cahaya • Rabu, 21 Mei 2025 | 18:57 WIB

 

AJARKAN: Rina Marwati pendiri bale baca Hasanah saat mengajarkan anak-anak membaca dan menulis, Selasa (20/5).
AJARKAN: Rina Marwati pendiri bale baca Hasanah saat mengajarkan anak-anak membaca dan menulis, Selasa (20/5).
 

LombokPost - Rina Marwati warga Dusun Beak Daya, Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim) coba mendorong peningkatan minat baca. Dia membentuk bale baca Hasanah. 

---------------------------------------------- 

Di tengah gempuran teknologi khususnya gadget saat ini, aktivitas membaca buku semakin jarang terlihat di tengah-tengah masyarakat.

Termasuk pada anak usia sekolah yang sejatinya sangat perlu banyak membaca. Sebagian besar waktu habis digunakan bermain game dan menonton HP.

Hal itu lah yang membuat hati Rina Marwati warga Dusun Beak Daya, Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim) tergugah.

Dia lantas mendirikan tempat baca dan belajar bagi anak dan masyarakat sekitar. Tempat itu diberi nama Bale Baca Hasanah (BBH).

”Bale baca ini saya buat berangkat dari kegelisahan melihat kondisi di masyarakat yang tidak begitu peduli dengan pentingnya literasi,” terang perempuan yang akrab di sapa Ibu Rina itu, Selasa (20/5).

Masyarakat Desa Wanasaba sebagian besar merupakan petani, peternak, dan buruh. Sehingga hal itu dinilai sangat berdampak terhadap pola asuh anak. Salah satunya ialah kurangnya kepedulian anak terhadap literasi.

Sepulang sekolah waktu anak-anak dihabiskan untuk bermain, atau tidak jarang ikut orang tuanya pergi bekerja di sawah. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan masih kurang, terlebih pada anak-anak perempuan.

Bahkan hal itu ia alami sendiri langsung saat hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dia sempat tidak diizinkan, apalagi perguruan tinggi yang dipilih di luar daerah.

Karena memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan, ia akhirnya mendaftar untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bali, tanpa sepengetahuan orang tua. 

“Waktu itu saya mendaftar secara diam-diam, setelah di terima baru saya kasih tahu orang tua,” katanya. 

Bale Baca Hasanah bermula dari teras rumah. Saat itu, ia hanya menjejerkan beberapa buku saja. Saat itu yang datang hanya keponakannya, sementara anak-anak yang lain kurang tertarik. 

Namun seiring berjalannya waktu, anak-anak mulai penasaran dan mendekat ke teras rumahnya untuk melihat buku yang di jejer di teras rumah.

”Lama kelamaan sekitar 10 anak mulai mendekat dan duduk di teras sambil lihat-lihat buku dan mulai membaca,” kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak yang datang membaca buku semakin banyak. Bahkan tidak cukup untuk menampung mereka. Hingga dirinya mulai berpikir untuk membuat tempat baca yang lebih besar. Dengan meminjam tanah di salah keluarga dan membangun menggunakan bambu.

Saat dimulainya pembuatan bangunan Bale Baca Hasanah, ia mendapatkan berbagai cibiran. Namun hal itu tidak membuatnya menyerah begitu saja.

”Setelah bangunan jadi, anak-anak yang belajar di rumah kita pindahkan, bersama semua koleksi buku. Sebelumnya kita buat menggunakan bahan adanya dari bambu dan kayu. Semuanya saya tebang sendiri,” katanya.

Setelah melalui berbagai rintangan dan cobaan, akhirnya tahun 2020 lalu. Bale Baca Hasanah yang dirintis itu diresmikan dan telah memiliki legalitas. Rumah baca itu ia kelola dengan melibatkan pemuda dan mahasiswa di Wanasaba.

Photo
Photo

Saat ini Bale Baca Hasanah bukan hanya dijadikan sebagai tempat baca buku untuk anak-anak. Namun  juga dimanfaatkan oleh warga sebagai sentra literasi.

Mulai dari anak-anak hingga perguruan tinggi, maupun masyarakat umum belajar di tempat itu.

”Member Bale Baca Hasanah saat ini sudah mencapai puluhan yang berasal dari beberapa desa. Bahkan banyak dari luar desa. Makanya kami bagi menjadi dua kelas yaitu kelas intensif dan reguler,” ungkapnya.

Di kelas reguler anak-anak membaca buku dan mendapatkan bimbingan belajar sesuai  kurikulum yang telah disusun oleh tim Bale Baca Hasanah.

Photo
Photo

Sementara untuk kelas intensif dibimbing berdasarkan minat dan bakat anak serta sesi belajar yang fleksibel. (SUPARDI/r6)

Editor : Siti Aeny Maryam
#perguruan tinggi #hasanah #minat baca #Lotim #teras rumah