Semua aliran sungai di Desa Kali Anyar bermuara ke Bendungan Pandan Dure. Sehingga dikhawatirkan jika masyarakat terus menerus membuang sampah ke sungai akan menyebabkan bendungan pandan dure dipenuhi sampah.
Ini berpotensi berdampak terhadap masyarakat terutama petani yang ada di daerah selatan.
”Lokasi pemasangannya ada empat titik, atau empat jembatan di pinggir jalan raya,” terang Kepala Desa (Kades) Kali Anyar, Lalu Miswan Jayadi saat ditemui di kantornya, Selasa (10/5).
Selain itu, pemasangan paranet ini juga untuk menghalangi pandangan pengendara. Mengingat masih banyak warga yang memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi, mencuci, dan lainnya.
”Kemudian pemasangan paranet ini juga untuk memberikan rasa aman kepada para pejalan kaki dan roda dua,” katanya.
Kata dia, sebelum dipasangkan para net 80 persen masyarakat membuang sampah di sungai. Terlebih masyarakat luar yang melintas di Jalan Raya jurusan Terara-Montong Gading dan Jalan Raya Mataram-Lombok, setiap subuh melempar sampah melalui atas kendaraan di pinggir jembatan.
Setelah pemasangan paranet, diakui sudah tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah di sungai melalui jembatan di pinggir jalan. Sehingga aliran sungai lebih bersih dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
”Sebelumnya tumpukkan sampah di pinggir jembatan banyak sekali, sehingga membuat masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan merasa terganggu dengan bau sampah. Sekarang Alhamdulillah sudah bersih,” ujarnya.
Pemasangan paranet ini dianggarkan langsung melalui dana desa (DD), masing-masing jembatan menelan anggaran sekitar Rp 4 juta lebih. Dengan pemasangan para net ini mampu mengurangi pembuangan sampah sekitar 2-3 kuintal per hari.
Desa Kali Anyar sejauh ini belum memiliki tempat pengolahan sampah maupun armada pengangkut sampah. Tapi pihaknya telah bekerja sama dengan desa Terara untuk pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijo Balit. ”Ke depan masalah sampah ini akan menjadi perhatian kita, baik untuk pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun membuat armada,” tutupnya.
Sementara salah seorang warga yang tinggal di dekat sungai, Agus Riadi menyampaikan bahwa pemasangan paranet ini sudah lama diusulkan.
”Kalau kemarau pinggir jembatan ini penuh dengan sampah. Karena banyak yang buang malam hari dan subuh. Sekarang sudah tidak ada yang membuang, kalaupun ada hanya 1-2 orang saja,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Siti Aeny Maryam